kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

India Menambahkan 54 Aplikasi Baru ke Dalam Daftar Blokir, Termasuk Game Free Fire


Rabu, 16 Februari 2022 / 13:29 WIB
ILUSTRASI. Ilustrai aplikasi China yang diblokir oleh pemerintah India. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration)


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. India resmi menambahkan 54 aplikasi seluler, mayoritas berasal dari China, ke dalam daftar blokirnya pada hari Selasa (15/2) karena masalah keamanan siber. Termasuk di antaranya adalah aplikasi game populer, Free Fire, yang berbasis di Singapura.

Ini bukan kali pertama India melakukan pemblokiran terhadap aplikasi China. Fase awal pemblokiran terjadi pasca konflik perbatasan tahun 2020. Saat itu India memblokir 59 aplikasi China, termasuk Tiktok yang sedang naik daun. Hingga saat ini tercatat sudah ada 321 aplikasi China yang diblokir India.

India percaya semua aplikasi terkait telah mengumpulkan data pengguna untuk dikirim ke server milik pemerintah China.

Baca Juga: FBI Waspadai Besarnya Ancaman China terhadap AS di Dunia Digital

Seorang sumber anonim kepada Reuters menjelaskan bahwa data yang dikumpulkan bisa diolah sedemikian rupa sehingga mengancam keamanan nasional.

"Pengumpulan semacam itu akan memungkinkan data untuk ditambang, disusun, dianalisis, dan diprofilkan. Berpotensi digunakan untuk kegiatan yang bisa merugikan keamanan nasional oleh pihak yang memusuhi India," kata sumber tersebut.

Salah satu aplikasi populer yang masuk dalam daftar blokir terbaru adalah game populer, Free Fire. Masuknya Free Fire ke dalam daftar membuat saham Tencent yang menyuntik dana ke pengelolanya sempat anjlok.

Kabar diblokirnya Free Fire sudah tersiar sejak lama. Pada hari Senin (14/2), saham Tencent yang terdaftar di AS turun 18,4%. Dilansir dari Reuters, penurunan itu sukses menghapus lebih dari US$ 16 miliar nilai pasarnya.

Baca Juga: AS dan Sekutunya Menyatakan Siap Membalas Serangan Siber Rusia

Diblokirnya Free Fire juga diprediksi akan memberikan dampak pada Sea, sebuah perusahaan internet konsumen yang mendapatkan suntikan investasi dari Tencent. Sea saat ini harus berjuang karena aplikasi belanja Shopee yang dikelolanya juga sedang menghadapi seruan boikot oleh pedagang di India.

Banyak pedagang menuduh Shopee telah melakukan praktik yang merugikan pedagang offline.

"Diblokirnya Free Fire dapat memberikan pukulan ganda ke Sea dengan profitabilitas hiburan digital yang lebih rendah, sehingga membatasi kemampuannya untuk membiayai ekspansi Shopee," kata analis LightStream Research Oshadhi Kumarasiri, seperti dikutip Reuters.

Kumarasiri menambahkan, larangan terhadap Free Fire juga bisa berdampak pada pendapatan antara US$ 78 juta hingga US$ 104 juta per kuartal.




TERBARU

[X]
×