kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Indonesia dan Australia sepakat memperpanjang kerja sama pertahanan dan keamanan


Kamis, 09 September 2021 / 13:54 WIB
ILUSTRASI. Personel Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-N/United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL) menggelar latihan menembak di lapangan Ebel El Saki (EES) di Lebanon Selatan, Kamis (2/7/2020).


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia dan Australia pada hari Kamis (9/9) sepakat untuk memperbarui pakta pertahanan dan meneruskan program pelatihan militer serta serangkaian perjanjian keamanan lainnya.

Melansir Reuters, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan bahwa nota kesepahaman (MOU) ini ditandatangani di bawah koridor kontra-terorisme, pertahanan dan keamanan siber.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan bahwa diskusi terkait kemungkinan taruna militer Indonesia menghadiri akademi Australia saat ini telah dilakukan. Prabowo menjelaskan bahwa ini akan jadi sesuatu yang bersejarah.

Utusan Australia, Menteri Luar Negeri Marise Payne dan Menteri Pertahanan Peter Dutton pada hari Kamis datang langsung ke Indonesia, menjadi kunjungan menteri pertama dari Australia sejak awal pandemi.

Baca Juga: Alokasi belanja senjata RAPBN 2022 di bawah komando Menhan Prabowo Subianto

Kunjungan ke Indonesia kali ini merupakan bagian dari rangkaian pertemuan antara menteri luar negeri dan pertahanan Australia dengan mitranya di Indo-Pasifik, seperti India dan Korea Selatan.

Selain masalah pertahanan dan keamanan, keempat menteri mengatakan bidang lain juga turut dibahas, termasuk perdamaian dan keamanan di Indo-Pasifik dan perkembangan politik di Afghanistan serta di Myanmar.

Dutton menegaskan Indonesia dan Australia harus menjadi jangkar di kawasan Indo-Pasifik yang saat ini semakin diperebutkan.

Indonesia dan Australia menyatakan dukungan untuk upaya perdamaian dengan mengirim utusan perdamaian mewakili regional Asia Tenggara.

Selanjutnya: Wapres AS Kamala Harris menyebut China terus mengintimidasi di Laut China Selatan




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×