Indonesia dan Australia sepakat memperpanjang kerja sama pertahanan dan keamanan

Kamis, 09 September 2021 | 13:54 WIB Sumber: Reuters
Indonesia dan Australia sepakat memperpanjang kerja sama pertahanan dan keamanan

ILUSTRASI. Personel Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-N/United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL) menggelar latihan menembak di lapangan Ebel El Saki (EES) di Lebanon Selatan, Kamis (2/7/2020).

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia dan Australia pada hari Kamis (9/9) sepakat untuk memperbarui pakta pertahanan dan meneruskan program pelatihan militer serta serangkaian perjanjian keamanan lainnya.

Melansir Reuters, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan bahwa nota kesepahaman (MOU) ini ditandatangani di bawah koridor kontra-terorisme, pertahanan dan keamanan siber.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan bahwa diskusi terkait kemungkinan taruna militer Indonesia menghadiri akademi Australia saat ini telah dilakukan. Prabowo menjelaskan bahwa ini akan jadi sesuatu yang bersejarah.

Utusan Australia, Menteri Luar Negeri Marise Payne dan Menteri Pertahanan Peter Dutton pada hari Kamis datang langsung ke Indonesia, menjadi kunjungan menteri pertama dari Australia sejak awal pandemi.

Baca Juga: Alokasi belanja senjata RAPBN 2022 di bawah komando Menhan Prabowo Subianto

Kunjungan ke Indonesia kali ini merupakan bagian dari rangkaian pertemuan antara menteri luar negeri dan pertahanan Australia dengan mitranya di Indo-Pasifik, seperti India dan Korea Selatan.

Selain masalah pertahanan dan keamanan, keempat menteri mengatakan bidang lain juga turut dibahas, termasuk perdamaian dan keamanan di Indo-Pasifik dan perkembangan politik di Afghanistan serta di Myanmar.

Dutton menegaskan Indonesia dan Australia harus menjadi jangkar di kawasan Indo-Pasifik yang saat ini semakin diperebutkan.

Indonesia dan Australia menyatakan dukungan untuk upaya perdamaian dengan mengirim utusan perdamaian mewakili regional Asia Tenggara.

Selanjutnya: Wapres AS Kamala Harris menyebut China terus mengintimidasi di Laut China Selatan

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru