Indonesia Larang Ekspor Minyak Goreng, Stok CPO Malaysia Melonjak

Selasa, 10 Mei 2022 | 13:00 WIB Sumber: Reuters
Indonesia Larang Ekspor Minyak Goreng, Stok CPO Malaysia Melonjak

ILUSTRASI. Seorang pekerja memegang buah kelapa sawit di perkebunan kelapa sawit di Slim River, Malaysia, 12 Agustus 2021. Stok CPO Malaysia pada akhir April 2022 naik 11,48%. REUTERS/Lim Huey Teng.

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Stok minyak kelapa sawit mentah atau CPO Malaysia pada akhir April naik 11,48% dari bulan sebelumnya menjadi 1,64 juta ton, mengakhiri penurunan lima bulan berturut.

Data Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) menunjukkan pada Selasa (10/5), produksi CPO negeri jiran meningkat 3,6% dari Maret menjadi 1,46 juta ton. Sementara ekspor CPO turun 17,73% jadi 1,05 juta ton.

Sebuah survei Reuters sebelumnya memperkirakan, stok CPO Malaysia hanya akan naik 5,2% menjadi 1,55 juta ton dan produksi meningkat 4,9% jadi 1,48 juta ton. Sedang ekspor turun 5,6% menjadi 1,2 juta ton.

Baca Juga: Seminggu Pasca Larangan Ekspor, Harga CPO di Bursa Malaysia Derivatif Merosot Tajam

Peningkatan stok CPO Malaysia bertepatan dengan kebijakan Pemerintah Indonesia yang melarang ekspor minyak goreng dan bahan bakunya, termasuk CPO, mulai 28 April lalu.

"Kebijakan Indonesia akan sangat kritis untuk bulan Mei," kata Ronny Lau, trader dari perusahaan perdagangan komoditas Four Bung yang berbasis di Singapura kepada Reuters.

Permintaan ekspor CPO akan meningkat setelah Indonesia, produsen utama minyak sawit bulan lalu melarang penjualan sementara ke luar negeri dalam upaya untuk menjinakkan harga minyak goreng di dalam negeri.

Kebijakan tersebut akan menyebabkan peningkatan permintaan pembeli asing beralih ke Malaysia dan Thailand, menurut Marcello Cultrera, Institutional Sales Manager and Broker Phillip Futures yang berbasis di Kuala Lumpur.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru