kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Indonesia Pastikan Borong 16 Unit KF-21, Megaproyek 18 Triliun Won Pecah Telur


Minggu, 22 Maret 2026 / 00:40 WIB
Indonesia Pastikan Borong 16 Unit KF-21, Megaproyek 18 Triliun Won Pecah Telur
ILUSTRASI. Pesawat Tempur KF-21 Boramae (NULL/Korea Aerospace Industries)


Sumber: KBS World | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Ambisi Indonesia memperkuat otot dirgantara memasuki babak baru. Pesawat tempur generasi 4.5 buatan Korea Selatan, KF-21 Boramae, yang dijadwalkan masuk fase produksi massal tahun ini, dipastikan akan mendarat pertama kali di Indonesia sebagai negara mitra pengembang perdana.

Mengutip pemberitaan KBS World, Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) melaporkan pada Kamis (19/03), bahwa kesepakatan ekspor untuk pengadaan 16 unit KF-21 tersebut bakal diteken di sela kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada akhir Maret 2026 ini. Kontrak final rencananya diselesaikan pada paruh pertama tahun ini setelah melewati proses penyesuaian nilai kontrak akhir.

Tonton: Pesawat Tempur dan Helikopter Canggih Mendarat di Jalan Tol Trans Sumatra

Sebagai gambaran, berdasarkan data industri, harga komersial per unit KF-21 diperkirakan berada di rentang US$ 80 juta hingga US$ 100 juta. Angka ini dinilai kompetitif dibanding jet tempur sekelasnya. Secara keseluruhan, proyek ini merupakan salah satu program pertahanan kolosal Korea Selatan dengan total anggaran pengembangan mencapai 18,6 triliun won (setara Rp 218 triliun).

Menilik sejarahnya, program KF-21 mulai digulirkan pada tahun 2000 untuk menggantikan armada uzur F-4 dan F-5 milik Angkatan Udara. Meski sempat tersendat akibat isu kelayakan bisnis dan penguasaan teknologi tingkat tinggi, proyek ini kembali melesat setelah kontrak utama dengan Korea Aerospace Industries (KAI) ditandatangani pada 2015.

Baca Juga: Coupang Tawarkan Kompensasi 1,69 Triliun Won Pasca Kebocoran Data Nasabah

KF-21 sendiri telah sukses merampungkan uji terbang pada Januari lalu. Unit produksi pertama hasil pabrikan massal ini dijadwalkan mulai dikirim ke Angkatan Udara pada paruh kedua tahun 2026, menyusul penyelesaian pengembangan sistem yang ditargetkan rampung pada semester pertama tahun ini.

Kunjungan Prabowo

Sebelumnya, juru bicara Kantor Presiden Korea Selatan, Kang Yu-jung, pada Jumat (13/03) menyampaikan dalam keterangan tertulis bahwa Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan mulai 31 Maret hingga 2 April.  

Menurut juru bicara Kang, kedua pemimpin akan membahas secara luas berbagai langkah untuk memperkuat kerja sama nyata di bidang-bidang pertumbuhan baru, termasuk AI, infrastruktur, perkapalan, energi nuklir, transisi energi, serta industri kreatif budaya.

PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO GELAR OPEN HOUSE DI ISTANA NEGARA

Keduanya juga akan membahas peningkatan kerja sama perdagangan, investasi, dan pertahanan guna membawa hubungan kemitraan strategis khusus antara Korea Selatan dan Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kedua pemimpin akan melakukan pembahasan mendalam mengenai upaya memperkuat hubungan Korea Selatan-ASEAN bersama Indonesia sebagai mitra utama di ASEAN, serta membahas situasi kawasan utama seperti Timur Tengah dan Semenanjung Korea serta langkah-langkah menghadapi berbagai isu global.

Baca Juga: Pangkalan Militer AS-Inggris Diego Garcia Diserang Iran, Pangkalan Siprus Dibatalkan

Prabowo Subianto akan kembali mengunjungi Korea Selatan sekitar lima bulan setelah kunjungannya pada Oktober tahun lalu dalam rangka menghadiri KTT APEC di Gyeongju, saat ia juga menggelar pertemuan dengan Presiden Lee Jae Myung.

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri Jepang juga mengumumkan, Presiden Indonesia Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang mulai tanggal 29 hingga 31 Maret. 

"Yang Mulia Bapak Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia akan melakukan Kunjungan Resmi ke Jepang. Kunjungan Presiden Prabowo akan menjadi kesempatan besar bagi kedua negara untuk lebih memperkuat kemitraan komprehensif dan strategis. Pemerintah Jepang dengan tulus menyambut kunjungan Presiden Prabowo." tulis postingan X Kementerian Luar Negeri Jepang pekan lalu




TERBARU

[X]
×