kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Inflasi Eropa tumbuh tercepat dalam dua tahun terakhir


Rabu, 16 Maret 2011 / 18:55 WIB
Inflasi Eropa tumbuh tercepat dalam dua tahun terakhir
ILUSTRASI. Pelayanan pelanggan di Mandiri Tunas Finance Costumer Experience Lounge, Jakarta, Senin (3/2). MTF terapkan partial work from home untuk mencegah penyebaran virus corona. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Sumber: Bloomberg | Editor: Sanny Cicilia

LUXEMBOURG. Inflasi Eropa Februari tumbuh tercepat dalam dua tahun terakhir. Ini menambah tekanan pada bank sentral Eropa untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan.

Badan Statistik Uni Eropa di Luxembourg merilis, inflasi di 17 negara zona Eropa itu naik menjadi 2,4%, dibandingkan dengan bulan Januari yang hanya 2,3%. Angka ini merupakan inflasi tercepat sejak Oktober 2008 dan terus membobol batas inflasi yang ditetapkan bank sentral Eropa (ECB) sebesar 2%.

Beberapa faktor diperkirakan akan menjaga inflasi tetap tinggi. Di antaranya, biaya buruh untuk kuartal IV 2010 naik dibandingkan dengan kuartal ketiga yang hanya 0,9%. Kenaikan harga minyak yang cukup tinggi juga menambah beban perusahaan. Sementara itu, ECB juga pernah mengindikasikan, biaya kredit juga akan naik pada April untuk mengimbangi kenaikan harga. Terakhir, bencana Jepang yang menurunkan minat investor global.

Mario Jung, ekonom di BHF Bank AG, Frankfurt, Jerman memperkirakan, inflasi di kawasan Eropa masih akan bertahan di atas 2%. "Bencana Jepang memang memberi kertidakpastian. Tapi, saya kira, ECB akan tetap menaikkan biaya kredit bulan depan kecuali ada bencana alam total," kata dia.

Inflasi bertumbuh di beberapa negara seperti Jerman, Irlandia, Spanyol, Italia, Luxemburg, dan Finlandia. Namun, inflasi melambat di Belgium dan Yunani.




TERBARU

[X]
×