kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Inggris masih susun proposal pasca Brexit


Rabu, 07 September 2016 / 10:41 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Rizki Caturini

LONDON. Setelah resmi keluar dari Uni Eropa, Inggris harus memulai segalanya dari nol, khususnya aturan main antara Inggris dengan negara-negara di Uni Eropa. Hingga saat ini, Perdana Menteri Inggris Theresa May belum memberikan gambaran jelas tentang proposal aturan main yang bakal diajukan Inggris ke Uni Eropa.

Yang jelas, May menolak sistem “points based” untuk urusan imigrasi. Hal ini karena tidak sesuai dengan visi baru Inggris yang ingin mengurangi arus masuk imigran.

"Kami masih memproses kesepakatan unik yang akan mengatur jumlah orang yang akan datang ke Inggris dari Eropa. Kesepakatan ini juga akan berdampak positif bagi mereka yang berencana untuk menjajakan barang dan jasa di Inggris,” jelas Menteri Brexit David Davis seperti dilansir Reuters, Selasa (6/9).

Pemerintah Inggris menyatakan, tak mudah memangkas jumlah imigran secara instan. Pernyataan ini menjadi kekhawatiran investor. Sejumlah investor asing diperkirakan masih bakal wait and see terhadap masa depan investasi di Inggris.                    


Berita Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×