kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.971   79,00   0,44%
  • IDX 5.908   -193,20   -3,17%
  • KOMPAS100 768   -27,35   -3,44%
  • LQ45 581   -17,02   -2,84%
  • ISSI 204   -7,29   -3,44%
  • IDX30 329   -9,06   -2,68%
  • IDXHIDIV20 403   -9,25   -2,24%
  • IDX80 87   -3,01   -3,34%
  • IDXV30 109   -2,09   -1,88%
  • IDXQ30 105   -2,38   -2,21%

Inggris masih susun proposal pasca Brexit


Rabu, 07 September 2016 / 10:41 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Rizki Caturini

LONDON. Setelah resmi keluar dari Uni Eropa, Inggris harus memulai segalanya dari nol, khususnya aturan main antara Inggris dengan negara-negara di Uni Eropa. Hingga saat ini, Perdana Menteri Inggris Theresa May belum memberikan gambaran jelas tentang proposal aturan main yang bakal diajukan Inggris ke Uni Eropa.

Yang jelas, May menolak sistem “points based” untuk urusan imigrasi. Hal ini karena tidak sesuai dengan visi baru Inggris yang ingin mengurangi arus masuk imigran.

"Kami masih memproses kesepakatan unik yang akan mengatur jumlah orang yang akan datang ke Inggris dari Eropa. Kesepakatan ini juga akan berdampak positif bagi mereka yang berencana untuk menjajakan barang dan jasa di Inggris,” jelas Menteri Brexit David Davis seperti dilansir Reuters, Selasa (6/9).

Pemerintah Inggris menyatakan, tak mudah memangkas jumlah imigran secara instan. Pernyataan ini menjadi kekhawatiran investor. Sejumlah investor asing diperkirakan masih bakal wait and see terhadap masa depan investasi di Inggris.                    


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×