kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Inggris masih susun proposal pasca Brexit


Rabu, 07 September 2016 / 10:41 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Rizki Caturini

LONDON. Setelah resmi keluar dari Uni Eropa, Inggris harus memulai segalanya dari nol, khususnya aturan main antara Inggris dengan negara-negara di Uni Eropa. Hingga saat ini, Perdana Menteri Inggris Theresa May belum memberikan gambaran jelas tentang proposal aturan main yang bakal diajukan Inggris ke Uni Eropa.

Yang jelas, May menolak sistem “points based” untuk urusan imigrasi. Hal ini karena tidak sesuai dengan visi baru Inggris yang ingin mengurangi arus masuk imigran.

"Kami masih memproses kesepakatan unik yang akan mengatur jumlah orang yang akan datang ke Inggris dari Eropa. Kesepakatan ini juga akan berdampak positif bagi mereka yang berencana untuk menjajakan barang dan jasa di Inggris,” jelas Menteri Brexit David Davis seperti dilansir Reuters, Selasa (6/9).

Pemerintah Inggris menyatakan, tak mudah memangkas jumlah imigran secara instan. Pernyataan ini menjadi kekhawatiran investor. Sejumlah investor asing diperkirakan masih bakal wait and see terhadap masa depan investasi di Inggris.                    


Berita Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×