kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Inggris usir 23 diplomat Rusia


Rabu, 14 Maret 2018 / 21:39 WIB
Inggris usir 23 diplomat Rusia
ILUSTRASI. Perdana Menteri Inggris Theresa May


Reporter: Agung Jatmiko | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - LONDON. Perdana Menteri Inggris, Theresa May memerintahkan pengusiran 23 diplomat Russia menyusul tidak adanya penjelasan dari Moskow terkait dengan kasus yang menimpa Sergei Skripal, seorang mantan mata-mata Rusia dan putrinya karena serangan gas saraf.

Mengutip Bloomberg, Rabu (14/3), tindakan yang diambil May akan diikuti dengan pembekuan seluruh aset milik Russia yang ada di Britania Raya serta memperingatkan Presiden Russia, Vladimir Putin, apabila semua langkah sudah dilakukan namun tetap tidak ada penjelasan dari Moskow, maka tindakan pembalasan secara rahasia akan dilakukan. Tindakan yang dimaksud kemungkinan besar mengarah pada serangan siber pada Russia.

May geram terhadap kasus penyerangan dengan gas saraf ini, ia menyebutnya sebagai "penggunaan kekuatan secara tidak sah" oleh Rusia terhadap Inggris.

"Tidak adanya penjelasan menunjukkan penghinaan serta menganggap remeh betapa seriusnya kejadian ini. Tidak ada kesimpulan lain selain bahwa Rusia bersalah," ujar May, dilansir dari Bloomberg.

Krisis ini merupakan ujian bagi May di saat dirinya memimpin keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit. Pada hari Selasa (13/3), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dia mendukung segala keputusan yang akan diambil May.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×