kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Ini 4 grup negara Asia yang PDB-nya pulih tercepat pasca Covid-19, RI masuk grup dua


Selasa, 12 Mei 2020 / 11:41 WIB
Ini 4 grup negara Asia yang PDB-nya pulih tercepat pasca Covid-19, RI masuk grup dua
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Tanjung Priok, Jakarta Utara. KONTAN/Baihaki/3/1/2020

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Morgan Stanley baru saja merilis riset mengenai negara-negara Asia mana saja yang akan mengalami proses pemulihan ekonomi tercepat.

Dalam riset berjudul "Which Economy Emerges First on the Path to Recovery?", Morgan Stanley menilai China akan menjadi ekonomi pertama di Asia (diluar Jepang) yang akan pulih ke tingkat PDB pra-Covid-19, yakni pada kuartal 3 2020. 

"Sedangkan perekonomian yang berorientasi ekspor seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura, kemungkinan akan membutuhkan waktu lebih lama hingga kuartal pertama 2021," jelas tim riset Morgan Stanley yang dipimpin oleh Deyi Tan. 

Berikut adalah empat grup negara Asia di luar Jepang (AxJ), yang diprediksi akan mengalami pemulihan ekonomi tercepat:

Baca Juga: Imbas corona, jumlah kunjungan wisatawan ke Thailand diprediksi cuma 14 juta orang

Grup Pertama: China 

Negara di mana kasus Covid-19 pertama kali ditemukan memiliki perekonomian yang berorientasi pada permintaan domestik. Selain itu, pelonggaran kebijakan yang sedang berlangsung diperkirakan akan mengembalikan China ke level perekonomian pra-COVID-19 paling awal di AxJ pada kuartal ketiga 2020.

Grup Kedua: Filipina, Indonesia dan India

Grup ini diperkirakan akan terkena dampak resesi global yang lebih rendah. Berkat pertumbuhan struktural yang tinggi, deretan negara ini dinilai dapat kembali ke level pra-COVID-19 setelah China. Namun, menurut asumsi Morgan Stanley, masih ada risiko bagi ketiga negara ini bahwa Covid-19 tidak akan memuncak pada kuartal dua 2020. Jika hal itu terjadi, maka Grup Kedua akan berada di belakang Grup Ketiga pada waktu pemulihan.

Baca Juga: Cadangan devisa meningkat, Indonesia harus tetap waspada pembalikan modal



TERBARU

[X]
×