kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Ini kelompok prioritas pertama penerima vaksin virus corona, menurut WHO


Kamis, 31 Desember 2020 / 15:25 WIB
ILUSTRASI. Seorang wanita menerima vaksin virus corona buatan Pfizer-BioNTech di Rumahsakit Santa Maria di Lisbon, Portugal, 27 Desember 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) percaya, setiap orang, di mana pun, yang bisa memperoleh manfaat dari vaksin virus corona baru yang aman dan efektif harus memiliki akses secepat mungkin.

Melansir situs resmi WHO, Kelompok Penasihat Strategis Ahli Imunisasi (SAGE) WHO telah merilis dua dokumen kunci untuk membantu memandu alokasi dan prioritas populasi untuk menerima vaksin virus corona baru.

Pertama, Kerangka Nilai untuk Alokasi dan Prioritas Vaksinasi COVID-19, yang menawarkan panduan tingkat tinggi secara global tentang nilai dan pertimbangan etis terkait alokasi vaksin virus corona. 

Kerangka tersebut juga menawarkan panduan secara nasional tentang prioritas kelompok untuk vaksinasi di dalam negara, sementara persediaannya terbatas.

Baca Juga: Yang pertama, China setujui vaksin corona Sinopharm untuk penggunaan masyarakat umum

Kedua, Peta Jalan untuk Memprioritaskan Kelompok Populasi untuk Vaksin COVID-19, yang merekomendasikan strategi kesehatan masyarakat dan kelompok prioritas sasaran untuk berbagai tingkat ketersediaan vaksin dan pengaturan epidemiologi. 

Contoh kelompok prioritas yang menjadi target vaksinasi:

  • Petugas kesehatan dan perawatan garis depan yang berisiko tinggi terinfeksi
  • Orang dewasa yang lebih tua
  • Orang-orang yang berisiko tinggi meninggal karena kondisi yang mendasari seperti penyakit jantung dan diabetes

Hanya, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, karena akan membutuhkan waktu untuk memvaksinasi semua orang, masyarakat harus tetap berpegang pada langkah-langkah yang telah dicoba dan diuji yang menjaga semuanya tetap aman.

Baca Juga: Indonesia kembali datangkan 1,8 juta dosis vaksin corona dari Sinovac

"Ini berarti, menjaga jarak secara fisik, memakai masker wajah, melatih kebersihan tangan dan pernapasan, menghindari tempat dalam ruangan yang ramai, dan bertemu orang di luar," katanya.

Menurut Tedros, langkah-langkah sederhana namun efektif tersebut telah menyelamatkan banyak nyawa dan mengurangi penderitaan yang dihadapi banyak orang di tahun ini. "Inilah tantangan yang harus kita angkat di tahun baru," ujar dia.

Selanjutnya: Pasca disuntik vaksin corona, 3 orang meninggal di Swiss dan Israel




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×