Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Penjualan online di AS diperkirakan akan tumbuh 6,7% pada musim liburan kali ini, karena berbagai promosi menarik minat pembeli yang mencari penawaran hemat.
Berdasarkan proyeksi Adobe Analytics yang dilansir Reuters, Senin (28/9/2026), meningkatnya biaya rumah tangga membuat pembeli menjadi lebih selektif dan lebih mengutamakan nilai ekonomis.
Peritel, termasuk Walmart, Kohl's, dan American Eagle, telah menyatakan kekhawatiran mengenai daya beli konsumen menjelang periode belanja utama yang mendorong penjualan akhir tahun.
Baca Juga: Kroni Bisnis Donald Trump Akan Diobok-obok Jika Demokrat Menang Pemilu Sela
Menurut proyeksi Adobe Analytics, penjualan online periode November-Desember diperkirakan tumbuh menjadi US$ 275,1 miliar dari US$ 257,8 miliar pada tahun sebelumnya.
Diskon diperkirakan mencapai puncaknya sebesar 30% pada hari Cyber Monday, dengan potongan harga terbesar untuk produk elektronik dan komputer; sementara Black Friday kemungkinan akan menawarkan penawaran terbaik untuk TV, mainan, pakaian, peralatan rumah tangga, dan furnitur
Cyber Monday diperkirakan akan mencatatkan nilai belanja terbesar, yakni US$ 15 miliar—meningkat 6,2% setelah kenaikan 7,1% pada tahun lalu.
Baca Juga: Korea Selatan Protes Ukraina soal Pengungkapan Transfer Tawanan Korut
Penjualan online Black Friday diprediksi naik 9,2% menjadi US$ 12,9 miliar, menyusul lonjakan 9,1% pada tahun lalu; proyeksi kenaikan penjualan online pada hari Thanksgiving adalah 8,5%, naik dari 5,3% pada tahun sebelumnya
Proyeksi Adobe ini didasarkan pada data dari lebih dari 1 triliun kunjungan ke situs ritel AS, 100 juta SKU (unit penyimpanan stok), dan 18 kategori produk.














