kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Inikah manuver Warren Buffett selanjutnya?


Selasa, 29 Januari 2013 / 20:06 WIB
ILUSTRASI. Pilihan harga motor bekas Honda BeAT varian ini terjangkau per September 2021. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/13/10/2014


Sumber: Reuters |

LONDON. Upaya Intercontinental Exchange Inc (ICE) menjual NYSE Euronext (NYX) mulai menemukan titik terang. Pasalnya, sudah ada beberapa peminat yang ingin membeli perusahaan bursa saham Eropa tersebut, salah satunya Warren Buffet.

Sebenarnya, sejak tahun lalu, tepatnya pada tanggal 28 November 2012, sudah ada satu perusahaan yang minat membeli NYX. Namun, saat itu nama perusahaannya masih dirahasiakan. Kala itu, penasihat keuangan NYX, Perella Weinberg Partners LP, hanya menyebutkan ada perusahaan A yang berani membeli NYX dengan banderol US$ 8,2 miliar.

Belakangan baru diketahui perusahaan A yang dimaksud adalah Warren Buffett Berkshire Hathaway Inc, yang tidak lain adalah perusahaan milik Warren Buffet. Berkshire sendiri memiliki aset US$ 242 miliar dan menguasai saham beberapa perusahaan mulai dari Goldman Sachs Group Inc hingga General Electric Co.

Kendati demikian, Jeff Sprecher, Board of Director ICE masih belum bisa memastikan siapa yang akan jadi pembeli utama. Menurutnya, pihaknya masih akan membuka peluang jika ada perusahaan lain yang ingin masuk.

"Kami telah menerima panggilan dari bursa lain," kata Sprecher. "Ini bukan urusan ICE untuk menjual. Kami hanya memiliki kesepakatan untuk membelinya. Tapi itu membutuhkan persetujuan dari pemegang saham," imbuhnya.

Sebelumnya, sumber Reuters mengungkapkan, penjualan NYX masih menunggu harga yang tepat. Rencananya, unit NYX di Paris, Armsterdam, Brussels dan Lisbon juga masuk ke dalam daftar penjualan.

Tapi, tampaknya Sprecher mengingkari langkah tersebut. Dirinya justru kembali akan mengubah NYX menjadi entitas yang lebih independen.

Aksi banting setir ala Sprecher tersebut cukup beralasan. Dengan melakukan spin off NYX, maka akan membuat bursa tersebut lebih independen. Nantinya, hal tersebut mampu meyakinkan regulator Eropa jika kesepakatan tersebut tidak mempengaruhi minat pasar Eropa.

"Saya tidak berpikir ICE atau saya sebagai orang Amerika harus menentukan siapa mitra yang terbaik," ucap Sprecher. "NYX akan lebih baik jika diberikan penilaian yang lebih independen dan biarkan regulator Eropa yang memutuskan karena hanya mereka yang tahu dengan baik seperti apa pasar Eropa itu," jelasnya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×