kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Investasi Jepang US$550 Miliar Siap Guyur AS, Ini Sektor Kuncinya!


Jumat, 13 Februari 2026 / 17:00 WIB
Investasi Jepang US$550 Miliar Siap Guyur AS, Ini Sektor Kuncinya!
ILUSTRASI. Yen Jepang (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Pemerintah Jepang mulai menyiapkan instrumen konkret untuk mengamankan komitmen investasi jumbo dalam kesepakatan tarif dengan Amerika Serikat. Kementerian Keuangan Jepang, Jumat (13/2) menyatakan akan membentuk fasilitas investasi baru di bank pembangunan milik negara guna mendukung paket investasi senilai US$ 550 miliar yang telah disepakati Tokyo dan Washington.

Reuters (13/2) melaporkan, langkah ini menjadi penegasan bahwa kesepakatan dagang kedua negara tak berhenti di atas kertas. Jepang dan AS sebelumnya menandatangani nota kesepahaman yang merinci fokus investasi pada sektor-sektor strategis, seperti semikonduktor, logam, farmasi, energi, dan perkapalan. Seluruh komitmen tersebut ditargetkan terealisasi hingga Januari 2029, bertepatan dengan akhir masa jabatan Presiden AS Donald Trump.

Paket investasi tersebut tidak semata berupa aliran dana langsung. Skemanya mencakup penyertaan modal (equity), pinjaman, hingga jaminan pinjaman yang akan disalurkan melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan Nippon Export and Investment Insurance (NEXI). Artinya, pemerintah Jepang siap menanggung risiko lebih besar demi memastikan perusahaan-perusahaannya agresif berekspansi.

Baca Juga: China dan AS Gelar Pertemuan Intelijen Anti-Narkotika

Fasilitas baru di JBIC dirancang untuk menopang ekspansi global korporasi Jepang, khususnya di industri yang dinilai krusial bagi keamanan ekonomi nasional. Di tengah rivalitas teknologi dan rantai pasok global yang kian terfragmentasi, Jepang tampak tak ingin tertinggal dalam mengamankan posisi di sektor strategis.

Tak berhenti di situ, Kementerian Keuangan juga merevisi regulasi JBIC. Jika sebelumnya ruang investasi di negara maju lebih dibatasi dibandingkan negara berkembang, kini cakupannya diperluas, termasuk untuk industri otomotif dan farmasi. Revisi ini menunjukkan perubahan sikap, negara maju pun kini dipandang sebagai medan kompetisi strategis yang membutuhkan dukungan negara.

Namun, komitmen sebesar US$ 550 miliar jelas bukan angka kecil. Tantangannya bukan hanya pada ketersediaan dana, tetapi pada efektivitas realisasi investasi di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika kebijakan AS yang bisa berubah seiring siklus politik.

Dengan membentuk fasilitas khusus dan melonggarkan aturan, Jepang mengirim sinyal tegas bahwa perang dagang dan proteksionisme tak bisa dihadapi dengan sikap pasif. Negara harus hadir langsung, bukan sekadar sebagai regulator, melainkan sebagai penopang utama ekspansi korporasi nasional di panggung global.

Baca Juga: AS Tingkatkan Aset Militer di Timur Tengah, Trump Tekan Iran Soal Nuklir

Selanjutnya: Gibran: Korupsi Adalah Kejahatan Luar Biasa dan Bisa Menghambat Pertumbuhan Ekonomi

Menarik Dibaca: Nutella Siapkan THR Gift Set dan Donasi Takjil di Ramadan


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×