kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Investor dan Ekonom Sama-Sama Cemas Tarif Trump, Ini Nasihat Jitu Warren Buffett


Sabtu, 05 April 2025 / 06:10 WIB
Investor dan Ekonom Sama-Sama Cemas Tarif Trump, Ini Nasihat Jitu Warren Buffett
ILUSTRASI. Investor dan ekonom sama-sama khawatir bahwa kebijakan tarif Trump dapat memicu perang dagang, begini nasihat Warren Buffett. REUTERS/Rick Wilking


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pada Kamis (3/4/2025) lalu, harga saham anjlok tajam setelah Presiden Donald Trump sehari sebelumnya mengumumkan tarif besar-besaran sebesar 10% pada semua mitra dagang AS. Tak hanya itu, Trump juga memberlakukan  pungutan yang lebih tinggi pada negara-negara yang mengalami defisit perdagangan dengan AS.

Dengan aksi jual yang terjadi pada hari Kamis, indeks S&P 500 kini telah merosot lebih dari 11% dari rekor tertingginya pada bulan Februari. Kondisi tersebut menempatkan indeks dalam wilayah koreksi, yang didefinisikan sebagai penurunan 10%.

Investor dan ekonom sama-sama khawatir bahwa kebijakan tarif Trump dapat memicu perang dagang dengan mitra dagang negara tersebut dan mendorong inflasi lebih tinggi, dua faktor yang dapat mendorong AS menuju perlambatan ekonomi. 

Selama bertahun-tahun, ketua Berkshire Hathaway sekaligus legenda investasi Warren Buffett telah merekomendasikan untuk tetap tenang di saat volatilitas.

Mengutip CNBC.com, dalam suratnya kepada para pemegang saham pada tahun 2017, Buffett menulis: "Tidak ada yang tahu seberapa jauh saham bisa jatuh dalam waktu singkat." 

Namun, jika terjadi penurunan besar, lanjutnya, "perhatikan baris-baris ini" dari puisi klasik Rudyard Kipling "If," sekitar tahun 1895.

Baca Juga: Begini Cara Warren Buffett Melindungi Diri Saat Inflasi

"Jika Anda dapat tetap tenang saat semua orang di sekitar Anda kehilangan ketenangan mereka ... Jika Anda dapat menunggu dan tidak lelah menunggu ... Jika Anda dapat berpikir — dan tidak menjadikan pikiran sebagai tujuan Anda ... Jika Anda dapat memercayai diri sendiri saat semua orang meragukan Anda ... Bumi dan segala isinya adalah milik Anda."

Alasan harus tetap tenang 

Perlu dicatat bahwa Buffett menulis tentang penurunan besar di pasar saham, seperti periode seperti pasar saham yang melemah pada tahun 2007 hingga 2009, saat indeks S&P 500 kehilangan lebih dari 50% nilainya.

Hal itu jauh lebih jarang terjadi daripada yang terjadi sekarang. Faktanya, koreksi di pasar saham adalah hal yang biasa. Berdasarkan Baird Private Wealth Management, telah terjadi 21 penurunan sebesar 10% atau lebih di S&P 500 sejak 1980, dengan rata-rata penurunan intra-tahun sebesar 14%.

Tentu saja, investor sering kali tidak tahu apakah keadaan akan berubah dari buruk menjadi lebih buruk hingga hal itu terjadi.

Baca Juga: Kabar Baik Bagi Kelas Menengah, Ini Cara Naik Kelas ala Warren Buffett


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×