kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Investor ternama Mark Mobius: Reserve Bank of India salah langkah!


Sabtu, 07 Desember 2019 / 07:00 WIB
Investor ternama Mark Mobius: Reserve Bank of India salah langkah!

Sumber: CNBC,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Investor veteran emerging market Mark Mobius menilai, The Reserve Bank of India mengambil langkah yang salah dengan menahan suku bunga acuannya.

Seperti yang diketahui, The Reserve Bank of India mengambil langkah yang mengejutkan saat mempertahankan suku bunga acuan pada hari Kamis (5/12). Padahal, di sisi lain, bank sentral melakukan revisi tajam atas outlooknya untuk perekonomian dengan memproyeksikan pertumbuhan terlemah dalam lebih dari satu dekade.

Sebelumnya, melansir Reuters, para market memprediksi, Komite kebijakan moneter (MPC) RBI akan memangkas suku bunga acuannya untuk keenam kali pada tahun ini. Namun sebaliknya, panel yang beranggotakan enam orang ini dengan suara bulat memilih untuk mempertahankan repo rate di 5,15% sementara reverserate repo rate juga ditahan di posisi 4,90%.

Baca Juga: Meski ekonomi melambat, bank sentral India bersikeras pertahankan suku bunga

Menjelaskan keputusannya, MPC mengatakan prihatin tentang inflasi dalam waktu dekat, sementara mengakui bahwa ada ruang untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut.

"MPC mengakui bahwa ada ruang kebijakan moneter untuk tindakan di masa depan. Namun, mengingat dinamika pertumbuhan-inflasi yang berkembang, MPC merasa pantas untuk mengambil jeda pada titik ini," kata komite dalam sebuah pernyataan seperti yang dilansir Reuters.

Dalam rapat itu, RBI juga menurunkan perkiraan pertumbuhan PDB untuk tahun yang berakhir Maret 2020 menjadi 5% dari 6,1%, sambil meningkatkan proyeksi inflasi utamanya untuk paruh kedua tahun keuangan yang sedang berlangsung menjadi antara 5,1% -4,9%, dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,5% -3,7%.

Baca Juga: Raih The Straits Times Asian of The Year 2019, Jokowi: Ini kehormatan

Kendati demikian, RBI menegaskan bahwa mereka akan mempertahankan sikap akomodatif selama diperlukan untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi, sambil memastikan bahwa inflasi tetap dalam target.




TERBARU

Close [X]
×