Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Jio Platforms, perusahaan telekomunikasi, komputasi awan, dan kecerdasan buatan (AI) milik miliarder Mukesh Ambani, bersiap menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) terbesar dalam sejarah India.
Perusahaan ini menargetkan penghimpunan dana hingga US$ 3,2 miliar, dengan valuasi mencapai US$ 108,3 miliar.
Mengutip Reuters, Rabu (14/10/2026), Jio Platforms mengumumkan bahwa masa penawaran saham perdana akan dibuka pada 21 Oktober dan ditutup pada 23 Oktober 2026. Sementara itu, penawaran untuk investor jangkar (anchor investor) dijadwalkan berlangsung pada 19 Oktober.
Jio menetapkan kisaran harga penawaran saham sebesar 1.065 rupee hingga 1.119 rupee per saham. Dalam IPO tersebut, perusahaan akan menerbitkan sebanyak 270 juta saham baru.
Didirikan pada 2016, Jio mengubah persaingan industri telekomunikasi India dengan menawarkan layanan suara dan data gratis. Strategi tersebut membuka akses bagi jutaan masyarakat India untuk pertama kalinya menggunakan layanan digital seperti YouTube dan Facebook.
Baca Juga: Laba TSMC Melonjak 69% pada Kuartal III 2026, Tembus Rekor Berkat AI
Kehadiran Jio memberikan tekanan besar terhadap pesaingnya, termasuk Bharti Airtel dan Vodafone Idea. Kini, Reliance Jio Infocomm menjadi pemain terbesar di sektor telekomunikasi India dengan 533 juta pelanggan dan menguasai 60% lalu lintas data di negara tersebut.
Meski memiliki basis pengguna yang besar, Jio mengingatkan dalam prospektus terbarunya bahwa regulasi perlindungan data dan telekomunikasi di India berpotensi membatasi monetisasi berbasis data. Risiko ini menjadi perhatian karena strategi pertumbuhan perusahaan bergantung pada kemampuannya mengubah basis pengguna yang luas menjadi sumber pendapatan dari iklan dan layanan digital.
Pada 2020, Jio berhasil menghimpun dana lebih dari US$ 20,5 miliar dari 13 investor global dengan melepas sekitar 33% saham. Saat itu, valuasi perusahaan diperkirakan berada di kisaran US$ 57 miliar hingga US$ 65 miliar.
Jio Platforms Berpotensi Jadi Perusahaan Terbesar Keempat di India
Dengan valuasi maksimal US$ 108,3 miliar, Jio Platforms berpotensi menjadi perusahaan terbesar keempat di India berdasarkan kapitalisasi pasar. Posisi tersebut berada di bawah perusahaan induknya, Reliance Industries, kemudian Bharti Airtel, serta HDFC Bank yang merupakan bank swasta terbesar di India.
Baca Juga: IMF Proyeksikan Ekonomi Asia Melambat pada 2027, Waspadai Dampak Perang Iran
Dana hasil IPO akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan perusahaan. Jio berencana mengalokasikan hingga 275 miliar rupee India atau sekitar US$ 2,89 miliar untuk membayar atau melunasi lebih awal pinjaman pada unit bisnis telekomunikasinya.
Unit tersebut dipimpin oleh Akash Ambani, putra Mukesh Ambani. Sementara itu, sisa dana hasil IPO akan digunakan untuk kebutuhan korporasi secara umum, termasuk belanja modal.
IPO Jio Platforms berlangsung setelah National Stock Exchange of India mencatatkan sahamnya di bursa pada September 2026 dan berhasil menghimpun dana sebesar US$ 2,3 miliar. Peristiwa tersebut menunjukkan besarnya minat investor terhadap penawaran saham berskala besar di pasar modal India.
Sebelumnya, penawaran saham terbesar di India dilakukan oleh Hyundai Motor India pada 2024, dengan nilai penghimpunan dana mencapai US$ 2,9 miliar.














