Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - BENGALURU. Elon Musk menyatakan akan menetapkan harga yang terjangkau untuk layanan internet satelit Starlink di India guna menyaingi Reliance Jio milik Mukesh Ambani yang berbiaya rendah.
Langkah ini meningkatkan serangannya terhadap miliarder pesaing tersebut hanya beberapa hari sebelum perusahaan induk Jio meluncurkan IPO terbesar yang pernah ada di India.
Mengutip Reuters, Minggu (11/10/2026), Jio Platforms, yang memiliki unit bisnis telekomunikasi tersebut, menargetkan valuasi sebesar US$ 106 miliar dalam penawaran saham ini.
Sama halnya dengan Starlink milik SpaceX, usaha satelit milik Jio sendiri juga sedang menunggu izin keamanan akhir untuk dapat diluncurkan.
Baca Juga: Bank Dunia Berdiskusi dengan Puluhan Negara Mengenai Bantuan Krisis
Strategi penyediaan data murah adalah kunci keberhasilan Jio di India, dan strategi serupa juga telah digunakan Musk di pasar seperti Kenya untuk mengguncang posisi pemain telekomunikasi lokal. SpaceX kini berencana untuk terjun langsung ke pasar operator seluler, dimulai dari Amerika Serikat.
Musk tidak merinci harga untuk pasar India, di mana biaya data seluler berkisar 8 sen per gigabyte—salah satu yang termurah di dunia.
"Jelas, jika harga Starlink terlalu mahal di India, tidak akan ada yang membelinya; jadi, SpaceX perlu menetapkan harga yang terjangkau," ujarnya dalam sebuah unggahan di platform media sosial miliknya, X, pada hari Sabtu.
"Kenyataannya, persaingan akan sangat menguntungkan masyarakat umum di India karena memberikan lebih banyak pilihan, seperti yang selalu terjadi. Keuntungan Ambani mungkin akan berkurang, namun bisnisnya tidak akan gulung tikar," tambah Musk.
Komentar miliarder tersebut merupakan kelanjutan dari serangkaian unggahan di X, di mana ia menuduh pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi dan Ambani menghambat masuknya Starlink ke salah satu pasar internet terbesar di dunia demi menguntungkan pemimpin pasar, Jio.
Baca Juga: Korea Selatan Selesaikan Pelayaran Komersial Arktik-Eropa, Bidik Layanan Reguler
Unggahan-unggahan tersebut menandai perubahan sikap yang tajam bagi Musk, yang selama ini memiliki hubungan publik yang hangat dengan Modi.
Pemerintah India membantah adanya keberpihakan dalam proses persetujuannya, seraya menyatakan bahwa ketiga perusahaan satelit yang berencana melakukan peluncuran—termasuk milik Starlink dan Jio—saat ini masih menunggu izin keamanan akhir.
Pada Jumat malam, Musk menyindir Ambani secara langsung dengan menyapanya sebagai "Perdana Menteri Ambani" dan bertanya apakah ia bersedia "mempertimbangkan untuk mengizinkan Starlink bersaing".
Reliance belum menanggapi permintaan komentar terkait pernyataan Musk tersebut.














