kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.952   -21,00   -0,12%
  • IDX 6.042   158,05   2,69%
  • KOMPAS100 788   24,13   3,16%
  • LQ45 595   16,69   2,89%
  • ISSI 209   5,51   2,71%
  • IDX30 337   9,52   2,91%
  • IDXHIDIV20 413   10,97   2,73%
  • IDX80 89   2,61   3,01%
  • IDXV30 112   3,14   2,89%
  • IDXQ30 108   3,10   2,96%

ISIS eksekusi jurnalis ke dua


Kamis, 04 September 2014 / 07:10 WIB
ILUSTRASI. Promo Burger King Spesial Ramadan 2023 tawarkan Menu Bukber khas Nusantara, yaitu Ayam Bumbu Madura (Dok/Burger King)


Sumber: CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

WASHINGTON. Kelompok Islam militan Irak Suriah (ISIS) melakukan eksekusi lagi terhadap seorang jurnalis. Menurut organisasi pemantauan gerakan jihad, SITE Intel Group, ISIS memenggal kepala Stevel Joel Sotloff, seorang jurnalis freelance Amerika yang ditangkap tahun lalu di Suriah. Pemenggalan tersebut muncul dalam sebuah video yang dirilis pada Selasa (2/9) lalu.

SITE Intel Group mengumumkan eksekusi ini lewat Twitter. Mereka mengatakan, ISIS juga mengancam akan mengeksekusi tahanan warga Inggris, David Cawthorne Haines.

Pada pekan lalu, ibu Sotloff, Shirley, memohon secara langsung kepada pemimpin ISIS agar melepaskan putranya.

"Kami sudah tidak melihat Steven hampir setahun lamanya, dan kami sangat rindu padanya. Kami ingin melihatnya pulang dalam kondisi selamat dan ingin memeluknya," jelas Shirley dalam pesan video kepada pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Bagdadi.

Sotloff (31 tahun), menulis mengenai konflik Timur Tengah untuk majalah Time dan media lainnya. Dia tumbuh di Miami dan mengenyam kuliah di University of Central Florida pada awal 2000. Dia memiliki akun twitter, dan postingan terakhir tertanggal 3 Agustus 2013, sesaat sebelum dia menghilang.

Sebelumnya, ISIS mengancam akan membunuh Sotloff pada sebuah video lain bulan lalu. Pada video tersebut, ISIS memenggal kepala jurnalis AS James Foley. Mereka mengatakan akan membunuh Sofloff kecuali AS mengakhiri serangan terhadap kelompok militan tersebut.

Sementara itu, sekretaris pers Gedung Putih, Josh Earnest, bilang dia belum dapat memberikan konfirmasi mengenai otentisitas video tersebut. Demikian pula halnya dengan CIA.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×