kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Isu Pencegahan Pencurian Ponsel Warnai Pemilihan Presiden Brasil


Selasa, 20 Oktober 2026 / 19:48 WIB
Isu Pencegahan Pencurian Ponsel Warnai Pemilihan Presiden Brasil
ILUSTRASI. Upaya mengatasi pencurian ponsel ini bahkan menjadi salah satu fokus dalam pemilihan umum di Brasil. (REUTERS/Priyanshu Singh)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - SAO PAULO. Pemerintah Brasil masih berjuang menciptakan rasa aman bagi warganya. Salah satu yang jadi perhatian pemerintah negeri di Amerika Selatan ini adalah bagaimana mengurangi pencurian ponsel pintar.

Upaya mengatasi pencurian ponsel ini bahkan menjadi salah satu fokus dalam pemilihan umum. Presiden petahana Luiz Inacio Lula da Silva dan penantangnya dari kubu sayap kanan, Flavio Bolsonaro, sama-sama berupaya menunjukkan sikap tegas terhadap pelaku pencurian ponsel.

Lula telah menandatangani undang-undang tahun ini yang meningkatkan hukuman bagi pelaku pencurian perangkat elektronik menjadi hingga 10 tahun penjara. Lula juga meluncurkan platform untuk mendaftarkan perangkat dan melaporkan pencurian.

"Saya hanya ingin menyasar pencurinya serta toko yang membeli dan menjual ponsel hasil curian tersebut. Saya tidak ingin merugikan orang tidak bersalah yang membelinya karena kebutuhan," ujar Lula dalam sebuah pidato, dikutip Reuters, Selasa (20/10/2026).

Sementara itu, Bolsonaro mengusulkan hukuman penjara minimal delapan tahun bagi pelaku pencurian perangkat elektronik. "Pencuri ponsel akan masuk penjara," tegas Bolsonaro dalam siaran langsung setelah pemungutan suara putaran pertama.

Baca Juga: Perusahaan Teknologi Raksasa Tiongkok Mengimpor US$ 35 Miliar Cip Canggih Nvidia

Sebuah survei pada Maret lalu menunjukkan, pencurian ponsel menempati urutan keempat dalam daftar kekhawatiran keamanan masyarakat Brasil. Posisi pencurian ponsel bahkan di atas kekhawatiran terhadap peluru nyasar maupun pembobolan rumah.

Di sisi lain, kasus pembunuhan memang masih tinggi, tapi sudah menurun. Tingkat pembunuhan di Brasil telah turun sebesar 40% dalam 10 tahun terakhir, menjadi 15,4 per 100.000 penduduk pada 2025, menurut data Forum Keamanan Publik Brasil.

Forum Keamanan Publik Brasil mencatat, masih ada sekitar 830.000 kasus pencurian ponsel yang dilaporkan di 2025 lalu. Jumlah tersebut memang turun sejak 2023.

Brasil merupakan salah satu negara dengan tingkat aktivitas daring tertinggi di dunia. Di Brasil, media sosial dan pembayaran elektronik mendominasi kehidupan sehari-hari. Dus, ponsel telah menjadi perangkat yang tak tergantikan.

Natasha Bachini Pereira, seorang peneliti di Pusat Studi Kekerasan Universitas São Paulo, menyatakan =,tingginya angka pencurian ponsel menjelaskan mengapa masalah ini memiliki dampak politis.

Baca Juga: Layanan Google di London Gangguan, Sejumlah Layanan Perbankan Juga Terganggu

"Jauh lebih umum bagi seseorang untuk mengetahui atau pernah mengalami kasus pencurian ponsel dibandingkan dengan pencurian mobil, pembunuhan, atau penculikan," kata Pereira.

Selain itu, di Brasil, harga ponsel sangat mahal. Begitu pula biaya untuk menggantinya. Penelitian dari Deutsche Bank menemukan bahwa akibat tarif, pajak, dan pelemahan mata uang, Brasil menjadi negara dengan harga iPhone 17 Pro termahal kedua di dunia.

Bahkan harga ponsel dengan spesifikasi lebih rendah tetap menjadi pengeluaran yang sangat besar bagi banyak warga Brasil. Menurut firma data pasar IDC, harga rata-rata ponsel pada tahun 2025 mencapai sekitar 2.310 reais, sekitar Rp 8.27 juta. Nilai tersebut setara dengan dua pertiga dari pendapatan bulanan rata-rata di Brasil.

Kasus pencurian ponsel secara terang-terangan juga masih marak. Kreator konten asal Brasil Tabata Lenk mengisahkan, saat sedang terjebak kemacetan, dua pelaku yang mengendarai sepeda motor memecahkan kaca mobilnya dan merampas ponsel barunya dari dasbor.

Padahal, menurut Lenk, ia baru saja dipecat dari pekerjaannya di Sao Paulo. Rekaman perampokan yang terjadi pada akhir Agustus tersebut, yang terekam oleh kamera dasbor miliknya, kemudian viral.

Baca Juga: Upah Pekerja Inggris Naik Tipis, Kendati Kenaikannya Lebih Tinggi dari Proyeksi

Lenk mengatakan, setelah perampokan tersebut, ia merasa sangat tidak aman. Ia baru berani kembali mengemudi sendirian bahkan setelah kaca mobilnya dipasangi lapisan kaca film.

Lenk berpendapat, memilih politisi yang berkomitmen pada keamanan publik adalah hal yang sangat penting. "Tidak seorang pun seharusnya merasa takut untuk keluar rumah, berjalan di jalanan, atau menggunakan ponsel mereka sendiri," ujar Lenk.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×