Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - LONDON. Setelah bertahun-tahun jam tangan berukuran besar mendominasi pasar, tren global kini berbalik arah. Generasi muda, terutama perempuan berusia 20-an hingga awal 30-an, mulai memburu jam tangan mungil bergaya klasik yang dulu identik dengan jam kesukaan nenek.
Di industri jam, fenomena ini bahkan melahirkan istilah baru, yaitu grandma watches. Model jam berdiameter kecil, ramping, dan cenderung elegan tersebut kini menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di pasar jam tangan mewah.
Perubahan selera terlihat jelas di panggung budaya pop. Aktor Timothe Chalamet kerap terlihat mengenakan Cartier Panthre tipis atau Jaeger-LeCoultre 34 milimeter. Musisi Bad Bunny tampil dengan Patek Philippe Ellipse ukuran kecil.
Serena Williams memilih Audemars Piguet Royal Oak mini di ajang Met Gala, sementara Hailey Bieber tampil dengan model mungil dari merek serupa.
Kemunculan selebritas tersebut ikut mendorong pergeseran preferensi konsumen. Jika sebelumnya ukuran casing 42 milimeter ke atas dianggap ideal, kini banyak merek justru mengecilkan desainnya ke 38 mm, 36 mm, bahkan di bawah 34 mm.
Brynn Wallner, pendiri platform Dimepiece, yang fokus pada perempuan dan jam tangan, menilai tren ini datang dari pembeli baru yang menginginkan jam lebih fleksibel.
"Semakin banyak perempuan membeli jam tangan pertama mereka. Mereka mencari ukuran kecil yang mudah dipakai, serbaguna, dan cocok dipadukan dengan apa saja tanpa terlalu mencolok," ujar Wallner, dikutip Bloomberg.
Baca Juga: LVMH Watches Akuisisi Minoritas Saham La Joux-Perret Dorong Dorong Inovasi Jam
Jam tangan kecil juga dinilai sejalan dengan tren silent luxury atau kemewahan tanpa kesan berlebihan. Selain itu, model mungil lebih mudah dipadukan dengan gelang atau perhiasan lain.
Melanie Chud, Presiden Retail 1916 Amerika Serikat, mengatakan pelanggan perusahaan ritel ini sering tertarik setelah melihat jam kecil bisa menyatu dengan koleksi gelang mereka.
Melihat peluang tersebut, merek-merek besar pun bergerak cepat. Rolex baru meluncurkan Oyster Perpetual ukuran 28 mm dan 34 mm di pameran Watches and Wonders, Jenewa. Cartier menghadirkan beberapa model kecil baru, termasuk Baignoire Oval dan Tank berukuran mini.
Banyak produsen juga memoles ulang desain vintage agar relevan dengan selera masa kini, mulai dari sentuhan batu permata, kombinasi baja dan emas, hingga bentuk kotak, oval, dan asimetris yang memberi kesan modern.
Menariknya, tren ini tidak hanya terjadi di segmen premium. Di pasar harga menengah hingga terjangkau, model kecil juga bermunculan seperti Citizen Eco-Drive Fio dan Frederique Constant Manchette.
Wallner menilai, perempuan muda kini banyak berburu jam mungil di toko barang bekas, bahkan mengambil koleksi lama milik keluarga untuk dipadukan dengan gaya modern.
Di pasar sekunder, harga jam kecil dari merek papan atas juga masih relatif lebih murah dibanding model besar, sehingga jadi peluang bagi pembeli yang cermat.
Baca Juga: El Nino Kembali Ancam Inflasi Asia













