Reporter: Dyah Megasari |
Prospek pertumbuhan ekonomi yang pesat di beberapa negara berkembang membuat banyak investor mengalihkan portfolio investasinya dari negara maju. Pemodal mengejar keuntungan yang lebih baik dari pasar emerging market.
Sebenarnya, seberapa amankah sistem keuangan di negara berkembang?. Di saat bersamaan sejumlah bank mencatatkan pertumbuhan yang fantastis dan belum pernah dicapai sebelumnya.
Banyak bank yang berekspansi dengan mengambil momentum ini dengan memberikan profil risiko dan biaya dana yang lebih tinggi untuk para nasabah.
Dengan kondisi ini, CNBC mengutip Global Finance menilai ada 10 bank yang dianggap sebagai lembaga keuangan paling aman di negara berkembang. Urutan ini didasarkan pada pemeringkat utang yang diberikan oleh tiga lembaga rating global yakni Fitch Ratings, Standard & Poor dan Moody's Investor Services.
Agar memenuhi syarat masuk status aman, bank sebelumnya harus berada di antara 500 terbesar di pasar negara berkembang dengan ukuran aset dan memiliki peringkat investment grade setidaknya dari dua lembaga pemeringkat utama.
Jadi, siapa saja yang menjadi bank paling aman di pasar negara berkembang? Berikut urutannya:
1. China Development Bank (CDB)
Negara: China
Total aset: US$ 992 miliar
Benar, bank ini menempati posisi paling top di antara 10 bank paling aman di negara berkembang. Bank ini menguasai beberapa sektor untuk dialiri kredit. Salah satu yang dijagokan adalah infrastruktur seperti proyek Three Gorges Dam, jalur kereta api tercepat arah Beijing-Shanghai.
Dengan aset sebesar itu, CDB merupakan rival paling berat bagi ADBC. Tahun lalu, CDB berhasil mempertahankan peringkat Aa3 dari Moody's, AA- dari S&P, dan A dari Fitch.
2. Agricultural Development Bank of China (ADBC)
Negara: China
Total aset: US$ 310 miliar
Bank mengantongi peringkat A dari Fitch, AA- dari S&P, dan Aa3 dari Moody's. Bank ini didirikan pada 1994 oleh pemerintah untuk menyokong perkembangan sektor pertanian.
3. National Bank of Abu Dhabi
Negara United Arab Emirates
Total aset: US$ 69,6 miliar
Bank ini menggaet peringkat Aa3 dari Moody's, A dari S&P, dan AA- dari Fitch. Ini adalah tahun kedua bagi National Bank of Abu Dhabi meraih peringkat tertinggi di antara bank lainnya di Timur Tengah dalam 10 peringkat paling atas bank asal emerging market.
4. National Bank of Kuwait
Negara: Kuwait
Total aset: US$ 48,9 miliar
National Bank of Kuwait menggenggam rating A dari S&P, AA- dari Fitch dan Aa3 dari Moody's. Bank ini merupakan lembaga keuangan terbesar di negeri kaya akan minyak Kuwait dan salah satu dari empat bank terkuat di kawasan Timur Tengah.
Didirikan pada 1952, bank ini memiliki cabang di 16 negara. CEO National Bank of Kuwait, Ibrahim Dabdoub mengatakan tahun 2012 merupakan masa paling menantang sepanjang sejarah perbankan karena kondisi ekonomi dunia yang carut-marut.
5. Industrial Bank of Korea
Negara: Korea Selatan
Total aset: US$ 161 miliar
Bank ini diberi peringkat AA- oleh Fitch, A oleh S&P, dan Aa3 oleh Moody's. Industrial Bank of Korea adalah bank terbesar ketiga berdasarkan aset di antara 10 bank paling aman di negara emerging market.
(Selesai)