kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Jelang Pertemuan Xi-Trump, Pesawat Militer AS Melintas di Selat Taiwan


Sabtu, 22 Agustus 2026 / 21:31 WIB
Jelang Pertemuan Xi-Trump, Pesawat Militer AS Melintas di Selat Taiwan
ILUSTRASI. US Navy’s Boeing P-8A Poseidon (Ist/www.flightglobal.com)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Pesawat patroli dan pengintai P-8A Poseidon milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) melintasi Selat Taiwan pada Jumat (21/8/2026), di tengah rencana pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump bulan depan.

Penerbangan tersebut menegaskan kembali kehadiran militer AS di kawasan yang menjadi salah satu titik paling sensitif dalam hubungan Washington dan Beijing.

Armada ke-7 AS menyatakan pesawat tersebut melintas di wilayah udara internasional sesuai hukum internasional.

"Transit ini menunjukkan komitmen AS terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata Armada ke-7 AS dalam pernyataannya.

Baca Juga: Taiwan Ucap Terima Kasih ke AS, Ketegangan Selat Taiwan Kembali Menguat

Militer China memantau pergerakan pesawat P-8A Poseidon sepanjang penerbangan tersebut. Media pemerintah China, Global Times, mengutip sumber militer yang menyebut situasi tetap berada dalam kendali.

Pesawat dan kapal militer AS secara berkala melintasi Selat Taiwan. Langkah ini kerap memicu kemarahan Beijing yang mengklaim Taiwan dan wilayah perairan di sekitarnya sebagai bagian dari China.

Sebaliknya, AS dan Taiwan menganggap Selat Taiwan sebagai jalur perairan internasional yang dapat digunakan secara bebas sesuai hukum internasional. 

Transit pesawat AS kali ini terjadi ketika hubungan Washington-Beijing berupaya kembali distabilkan. Xi diperkirakan mengunjungi AS bulan depan untuk bertemu Trump, dengan isu Taiwan, sengketa perdagangan, dan pembatasan teknologi menjadi sejumlah agenda penting.

Baca Juga: Xi Jinping: China Tidak Akan Menolerir Kemerdekaan Taiwan

China menegaskan persoalan Taiwan merupakan urusan dalam negeri dan bagian dari kepentingan inti Beijing. Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan China dan menyatakan masa depan Taiwan hanya dapat ditentukan oleh rakyatnya.


Video Terkait



TERBARU

[X]
×