kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Jelang singles day, China bikin aturan baru


Senin, 06 November 2017 / 22:34 WIB
Jelang singles day, China bikin aturan baru


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China membuat undang-undang baru bagi situs belanja yang menerbitkan iklan palsu atas produk mereka. Regulator akan mengenakan denda berat bagi situs tersebut.  

Vendor yang menghapus ulasan negatif atau positif namun palsu akan dikenakan denda minimal US$ 30.000. Undang-undang ini untuk membersihkan situs belanja internet China sebelum hari belanja online alias Singles Day. 

Tahun lalu, hasil penjualan Singles Day hampir US$ 18 miliar dalam waktu 24 jam. Konsumen China membuat 657 juta pesanan. Kebanyakan transaksi Singles Day atau biasa disebut sebagai Hari Jomblo dilakukan di platform belanja online Alibaba. 

Pihak berwenang seperti dikutip BBC News juga ingin menghentikan teknik belanja yang disebut dengan brushing. Teknik ini adalah penjualan fiktif untuk meningkatkan posisi mereka dalam situs pencarian di web. 

China pada Agustus 2017 juga telah meluncurkan pengadilan siber digital untuk mengatasi kenaikan klaim terkait internet termasuk sengketa belanja online. Hari Jomblo diadakan setiap tanggal 11 November. Pemrakarsa hari belanja online tidak lain adalah Alibaba Group. 
 




TERBARU

[X]
×