Jerman Cemas, Pipa Nord Stream 1 dari Rusia Stop Beroperasi untuk Pemeliharaan Rutin

Senin, 11 Juli 2022 | 21:50 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Jerman Cemas, Pipa Nord Stream 1 dari Rusia Stop Beroperasi untuk Pemeliharaan Rutin

ILUSTRASI. Pipa Nord Stream 1 dari Rusia berhenti beroperasi untuk pemeliharaan rutin membuat Jerman cemas.


KONTAN.CO.ID - Sebuah pipa gas utama dari Rusia ke Jerman berhenti beroperasi untuk pemeliharaan rutin pada Senin (11/7), membuat Berlin semakin khawatir Moskow mungkin tidak melanjutkan aliran gas sesuai jadwal.

Melansir Al Jazeera, pipa Nord Stream 1, sumber utama gas Rusia di Jerman, tidak beroperasi hingga 21 Juli untuk pekerjaan rutin, yang menurut operator, termasuk "pengujian elemen mekanis dan sistem otomasi".

Data operator Pipa Nord Stream 1 menunjukkan, aliran gas turun sesuai rencana pada Senin (11/7) pagi.

Tetapi, para pejabat Jerman curiga dengan niat Rusia, terutama setelah Gazprom bulan lalu mengurangi aliran gas melalui Nord Stream 1 sebesar 60%.

Baca Juga: Rusia Stop Pasokan Gas, Harga Komoditas Energi Berpotensi Memanas Lagi

Gazprom mengutip masalah teknis yang melibatkan turbin gas yang menggerakkan stasiun kompresor, yang dikirim oleh Siemens Energy ke Kanada untuk perbaikan.

Turbin itu tidak bisa dikembalikan karena sanksi yang dijatuhkan atas invasi Rusia di Ukraina.

Kanada mengatakan pada akhir pekan lalu, akan memungkinkan turbin itu dikirim ke Jerman, dengan alasan "kesulitan yang sangat signifikan" bahwa ekonomi Jerman akan menderita tanpa pasokan gas yang cukup.

Baca Juga: Rusia Akan Hentikan Pasokan Gas, Industri Prancis Beralih ke Minyak

Politisi Jerman telah menolak penjelasan teknis Rusia untuk pengurangan aliran gas bulan lalu melalui Nord Stream 1, dengan mengatakan keputusan itu adalah langkah politik untuk menabur ketidakpastian dan mendorong harga.

Wakil Kanselir Jerman Robert Habeck mengungkapkan, dia mencurigai Rusia mungkin menggunakan "beberapa detail teknis kecil" sebagai alasan untuk tidak melanjutkan pengiriman gas melalui pipa setelah pemeliharaan bulan ini.

Namun, juru bicara Kementerian Ekonomi Jerman menyebutkan, sementara negeri panser berada dalam situasi serius dalam hal pasokan gas, keamanan suplai saat ini terjamin.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru