kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Jerman Menuntut Tanggung Jawab China atas Invasi Rusia ke Ukraina


Minggu, 27 Februari 2022 / 15:00 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menuntut tanggung jawab China sehubungan dengan invasi Rusia atas Ukraina. Hal tersebut dilakukan dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar negeri China Wang Yi.

China pada hari Jumat abstain dari memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang untuk mengutuk invasi Moskow ke Ukraina. Sebuah langkah yang dilihat negara-negara Barat sebagai kemenangan karena menunjukkan isolasi internasional Rusia.

Sementara kementerian luar negeri China menyebut Wang mengatakan China mendukung NATO, Uni Eropa dan Rusia dalam melanjutkan dialog untuk membangun mekanisme keamanan Eropa yang seimbang, efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga: AS dan Sekutu Bidik Sanksi Baru Bagi Rusia, Termasuk Larangan Akses SWIFT Bagi Bank

"China tidak mendukung penggunaan sanksi untuk menyelesaikan masalah dan menentang sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional," kata Wang dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Minggu.

"Kami percaya bahwa Dewan harus berkontribusi pada solusi politik untuk krisis saat ini, daripada memicu konfrontasi baru," kata Wang.

Ia menambahkan China telah mencegah penggunaan kekuatan dan sanksi atas aksi Rusia di Ukraina.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×