kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.053   53,00   0,29%
  • IDX 5.831   -109,85   -1,85%
  • KOMPAS100 773   -12,85   -1,64%
  • LQ45 583   -6,25   -1,06%
  • ISSI 203   -3,48   -1,69%
  • IDX30 330   -3,96   -1,19%
  • IDXHIDIV20 409   -3,48   -0,84%
  • IDX80 88   -1,29   -1,45%
  • IDXV30 112   -1,92   -1,69%
  • IDXQ30 107   -1,11   -1,03%

Jerman Menuntut Tanggung Jawab China atas Invasi Rusia ke Ukraina


Minggu, 27 Februari 2022 / 15:00 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menuntut tanggung jawab China sehubungan dengan invasi Rusia atas Ukraina. Hal tersebut dilakukan dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar negeri China Wang Yi.

China pada hari Jumat abstain dari memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang untuk mengutuk invasi Moskow ke Ukraina. Sebuah langkah yang dilihat negara-negara Barat sebagai kemenangan karena menunjukkan isolasi internasional Rusia.

Sementara kementerian luar negeri China menyebut Wang mengatakan China mendukung NATO, Uni Eropa dan Rusia dalam melanjutkan dialog untuk membangun mekanisme keamanan Eropa yang seimbang, efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga: AS dan Sekutu Bidik Sanksi Baru Bagi Rusia, Termasuk Larangan Akses SWIFT Bagi Bank

"China tidak mendukung penggunaan sanksi untuk menyelesaikan masalah dan menentang sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional," kata Wang dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Minggu.

"Kami percaya bahwa Dewan harus berkontribusi pada solusi politik untuk krisis saat ini, daripada memicu konfrontasi baru," kata Wang.

Ia menambahkan China telah mencegah penggunaan kekuatan dan sanksi atas aksi Rusia di Ukraina.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×