kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,94   -3,77   -0.38%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

JPMorgan Bullish atas Mata Uang Kripto, Harga Bitcoin Bisa Melompat ke Level Ini


Kamis, 26 Mei 2022 / 23:00 WIB
JPMorgan Bullish atas Mata Uang Kripto, Harga Bitcoin Bisa Melompat ke Level Ini


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JPMorgan menerbitkan catatan bullish atas Bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Bank investasi global ini memasang target harga Bitcoin di angka US$ 38.000 sebagai titik awal kenaikan signifikan.

Mengacu data CoinMarketCap pada Kamis (26/5) pukul 20.10 WIB, harga Bitcoin ada di US$ 28.842,09 atau turun 2,43% dalam 24 jam terakhir.

"Koreksi pasar kripto lebih terlihat seperti kapitulasi relatif terhadap Januari-Februari lalu, dan ke depan kita melihat kenaikan untuk harga Bitcoin dan kripto secara lebih umum," kata JPMorgan dalam catatan yang rilis Rabu (25/5), seperti dikutip Bitcoin.com.

Sementara target harga jangka pendek untuk Bitcoin adalah US$ 38.000, target jangka panjang JPMorgan untuk harga mata uang kripto terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar itu adalah US$ 150.000.

Baca Juga: Pasar Kripto Hancur, Pendiri Ethereum Beri Saran Ini kepada Investor

Saat ini, JPMorgan melihat mata uang kripto sebagai “kelas aset alternatif pilihan”, menggantikan real estat di tengah lonjakan tingkat hipotek.

"Dengan demikian, kami mengganti real estat dengan aset digital sebagai kelas aset alternatif pilihan kami, bersama dengan dana lindung nilai," sebut JPMorgan.

JPMorgan menambahkan, sementara keruntuhan dramatis dari dua mata uang kripto Terra (LUNA) dan TerraUSD (UST) telah melemahkan sentimen banyak investor, sejauh ini ada sedikit tanda pendanaan modal ventura (VC) ke sektor crypto melambat.

Hanya, tepat saat JPMorgan merilis catatan soal kripto, perusahaan VC besar, Andreessen Horowitz (a16z) pada Rabu (25/5) mengumumkan peluncuran dana kripto baru senilai US$ 4,5 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×