JPMorgan Hapus Obligasi Rusia dari Semua Indeks Pendapatan Tetapnya

Selasa, 08 Maret 2022 | 10:16 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
JPMorgan Hapus Obligasi Rusia dari Semua Indeks Pendapatan Tetapnya

ILUSTRASI. JPMorgan Hapus Obligasi Rusia dari Semua Indeks Pendapatan Tetapnya


KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. JPMorgan Chase & Co. akan menghapus obligasi Rusia dari semua indeks yang dilacak secara luas. Keputusan tersebut mengikuti langkah MSCI Inc., Bloomberg LP dan penyedia benchmark lainnya yang sudah menarik aset negara tersebut dari pengukur utama.

Mengutip Bloomberg (8/3), utang Rusia akan dikeluarkan dari JPMorgan Emerging Market Bond Index (EMBI), Government Bond Index-Emerging Markets (GBI-EM), Corporate Emerging Markets Bond Index dan semua tolok ukur bank lainnya, efektif 31 Maret.

Hubungan Rusia dengan pasar global sedang terputus, dengan cadangan devisanya dibekukan, sementara kontrol modal Moskow dan larangan orang asing menjual sekuritas secara lokal telah menutup pintu keluar bagi investor internasional.

Baca Juga: Terancam bangkrut, SoftBank gelontorkan dana US$ 9,5 miliar ke WeWork

Obligasi negara telah dipotong menjadi status sampah dan perusahaan termasuk Exxon Mobil Corp menarik diri dari negara itu.

Langkah JPMorgan adalah yang terbaru dalam serangkaian pengumuman serupa dari penyedia indeks setelah negara itu menginvasi Ukraina dan likuiditas untuk banyak sekuritas menguap.

Pekan lalu, Bloomberg mengatakan bahwa mereka akan menghapus utang Rusia dari indeks pendapatan tetapnya, dengan perubahan yang akan dilakukan pada akhir Maret.

Bloomberg LP, induk dari Bloomberg News, juga merupakan perusahaan induk dari Bloomberg Index Services Limited, yang mengelola indeks-indeks tersebut.

Baca Juga: Harga Komoditas Semakin Membubung Tinggi

Ada ketidakpastian tentang apakah pemilik utang Rusia akan mendapatkan uang mereka kembali.

Sementara pemerintah membayar kupon obligasinya untuk saat ini, tidak jelas bagaimana atau kapan investor akan menerima uang tunai mereka, dan negara ini menghadapi risiko gagal bayar utang pertama sejak 1998.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru