kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45903,15   -4,52   -0.50%
  • EMAS939.000 0,21%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Kanye West gelar kampanye presiden pertama, menggarisbawahi aborsi dan pornografi


Senin, 20 Juli 2020 / 11:31 WIB
Kanye West gelar kampanye presiden pertama, menggarisbawahi aborsi dan pornografi
ILUSTRASI. FILE PHOTO: Rapper Kanye West speaks during a meeting with U.S. President Donald Trump to discuss criminal justice reform in the Oval Office of the White House in Washington, U.S., October 11, 2018. REUTERS/Kevin Lamarque/File Photo

Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Penyanyi rap populer asal Amerika Serikat (AS) Kanye West sepertinya serius untuk mencalonkan diri sebagai Presiden AS. Dalam kampanye presiden pertamanya di menit-menit terakhir, West menjelaskan tentang sikapnya menentang aborsi dan pornografi. 

Seperti dikutip Reuters, Senin (20/7), West yang berusia 43 tahun sebelumnya adalah pendukung setia Presiden Donald Trump. Ini membuat para pemilih bingung apakah kampanyenya asli atau aksi publisitas untuk membantu menjual album atau barang dagangannya. 

Baca Juga: Langkah ini jadi bukti keseriusan Kanye West sebagai calon presiden Amerika Serikat

Dalam sambutannya yang berlangsung lebih dari satu jam, ia mengecam aborsi, bersumpah, meminta sejumlah orang secara acak untuk berbicara. Acara, yang disiarkan langsung di YouTube dan ditayangkan di stasiun televisi lokal, tidak banyak menjelaskan apakah West benar-benar berusaha untuk memenangkan kursi kepresidenan. 

Dia berpendapat bahwa aborsi harus legal tetapi sangat tidak dianjurkan. Dia juga menyarankan kebijakan sebagai presiden bahwa siapa pun yang melahirkan anak akan diberi US$ 1 juta "atau sesuatu dalam keluarga itu."

Baca Juga: Bisnis hiburan dan merek fesyen Kanye West dapat pinjaman agar tak pecat pegawai

West merujuk pada Alkitab dan ajaran Kristen beberapa kali, dan menangis pada satu titik ketika menggambarkan bagaimana ia hampir digugurkan oleh orang tuanya. 

Tempat itu kelihatannya tidak memiliki mikrofon untuk penonton, jadi Barat berulang kali mengatakan pada kerumunan agar diam sehingga anggota audiensi yang ia panggil dapat didengar.




TERBARU

[X]
×