Kapal Gandum Pertama sejak Invasi Rusia Tinggalkan Pelabuhan Ukraina

Senin, 01 Agustus 2022 | 19:41 WIB Sumber: Reuters
Kapal Gandum Pertama sejak Invasi Rusia Tinggalkan Pelabuhan Ukraina

ILUSTRASI. Sebuah kapal yang membawa gandum meninggalkan Pelabuhan Odesa, Ukraina, menuju Lebanon, pada Senin (1/8/2022), keberangkatan pertama sejak invasi Rusia. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration.


KONTAN.CO.ID - KYIV. Sebuah kapal yang membawa gandum meninggalkan Pelabuhan Odesa, Ukraina, menuju Lebanon pada Senin (1/8) di bawah perjanjian lintas aman, keberangkatan pertama sejak invasi Rusia memblokir pengiriman melalui Laut Hitam.

"Hari bantuan bagi dunia, terutama bagi teman-teman kami di Timur Tengah, Asia, dan Afrika, karena gandum Ukraina pertama meninggalkan Odesa setelah berbulan-bulan blokade Rusia," kata Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba di Twitter, seperti dikutip Reuters.

Pelayaran itu setelah Turki dan PBB menengahi perjanjian ekspor biji-bijian dan pupuk antara Rusia dan Ukraina bulan lalu.

"Kapal gandum pertama sejak #RussianAggression telah meninggalkan pelabuhan," ujar Menteri Infrastruktur Ukraina Oleksandr Kubrakov di Twitter, seperti dilansir Reuters. "Hari ini, Ukraina, bersama dengan mitranya, membuat langkah lain untuk mencegah kelaparan dunia".

Baca Juga: Produksi & Ekspor Gazprom Turun Berkelanjutan, Rusia: Kami Tidak Bisa Berbuat Banyak

Invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari telah menyebabkan krisis pangan dan energi di seluruh dunia. PBB telah memperingatkan risiko kelaparan ganda tahun ini.

Rusia dan Ukraina menyumbang hampir sepertiga dari ekspor gandum global. Namun, sanksi Barat terhadap Rusia dan pertempuran di sepanjang pesisir timur Ukraina telah mencegah kapal gandum meninggalkan pelabuhan dengan aman.

Kesepakatan tersebut bertujuan untuk memungkinkan perjalanan yang aman untuk pengiriman biji-bijian masuk dan keluar dari Pelabuhan Odesa, Chornomorsk, dan Pivdennyi.

Hanya, Rusia membantah bertanggungjawab atas krisis pangan, menyalahkan sanksi Barat karena memperlambat ekspor.

Baca Juga: Masih Tunggu Sinyal, Ukraina Siap Ekspor Biji-bijian dari Pelabuhan Laut Hitam

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan, kapal Razoni berbendera Sierra Leone akan berlabuh di Bosphorus di lepas pantai Istanbul pada Selasa (2/8) sore dan akan diperiksa oleh tim gabungan perwakilan Rusia, Ukraina, PBB, dan Turki.

"Kemudian akan terus berlanjut selama tidak ada masalah yang muncul," sebut Akar, seperti dikutip Reuters.

Pejabat Kantor Presidenan Ukraina menyatakan, sebanyak 17 kapal berlabuh di pelabuhan Laut Hitam dengan hampir 600.000 ton kargo, sebagian besar gandum.

Menurut Kubrakov, lebih banyak kapal akan berlayar. Membuka kunci pelabuhan akan memberikan setidaknya US$1 miliar pendapatan devisa bagi perekonomian Ukraina dan memungkinkan sektor pertanian untuk merencanakan musim tanam tahun depan.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru