kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.060   60,00   0,33%
  • IDX 5.704   -236,71   -3,98%
  • KOMPAS100 753   -32,52   -4,14%
  • LQ45 568   -21,24   -3,61%
  • ISSI 198   -8,21   -3,98%
  • IDX30 322   -11,76   -3,52%
  • IDXHIDIV20 401   -11,46   -2,78%
  • IDX80 85   -3,59   -4,04%
  • IDXV30 110   -3,82   -3,36%
  • IDXQ30 104   -3,48   -3,22%

Kapal rudal Korvet Saar-6 tiba di Israel, Tel Aviv siaga atas serangan Iran


Kamis, 03 Desember 2020 / 05:53 WIB
ILUSTRASI. Israel baru saja menerima kapal perang paling canggihnya pada Rabu (2/12/2020). REUTERS/Amir Cohen


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JERUSALEM. Israel baru saja menerima kapal perang paling canggihnya pada Rabu (2/12/2020). Kapal tersebut merupakan buatan Jerman yang dijuluki "Perisai" yang ditujukan sebagai benteng untuk rig gas Mediterania yang rentan karena ketegangan dengan Teheran melonjak pasca pembunuhan seorang ilmuwan nuklir Iran terkemuka.

Reuters memberitakan, Korvet Saar-6 yang berlabuh di pelabuhan Haifa, dan tiga dari model yang sama menyusul tahun depan, akan menambah jumlah kapal rudal Israel menjadi 15. Kapal ini akan melakukan misi di Laut Merah dan kawasan Teluk.

Israel juga ingin melindungi ladang gas alam lepas pantai yang dekat dengan Lebanon, musuh lama yang sejauh ini telah mengadakan pembicaraan perbatasan maritim yang dimediasi AS tanpa hasil.

“Penemuan ladang gas di lepas pantai Israel yang disambut baik membuat diperlukannya rencana untuk memberikan perlindungan kepada wilayah,” kata Presiden Israel Reuven Rivlin pada upacara di pelabuhan seperti yang dilansir Reuters.

Baca Juga: Mengutuk keras, Rusia: Pembunuhan fisikawan nuklir Iran tingkatkan potensi konflik

Angkatan laut Israel melihat ancaman terhadap rig gas dari gerilyawan Hizbullah Lebanon yang didukung Iran, terutama setelah Teheran bersumpah untuk membalas pembunuhan dalang nuklir Mohsen Fakhrizadeh pada hari Jumat, yang dituduhkannya pada Israel.

"Iran sedang mencari target 'prestise' seperti ini, yang dapat dihantam dengan sedikit korban, yang berarti - mereka mungkin berharap - lebih sedikit kemungkinan eskalasi," kata seorang pejabat keamanan Israel kepada Reuters. 

Pertanyaannya adalah apakah Hizbullah akan menyerang sekarang.

Baca Juga: Penasihat militer Iran: Israel dan sekutu mencoba memicu perang besar-besaran!




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×