kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.624.000   -40.000   -1,50%
  • USD/IDR 17.783   18,00   0,10%
  • IDX 6.596   -4,17   -0,06%
  • KOMPAS100 859   -4,53   -0,52%
  • LQ45 652   -2,54   -0,39%
  • ISSI 229   -0,27   -0,12%
  • IDX30 365   -1,19   -0,33%
  • IDXHIDIV20 451   -1,09   -0,24%
  • IDX80 98   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -1,26   -1,01%
  • IDXQ30 117   -0,24   -0,20%

Kapal Tanker Minyak Arab Saudi Diserang Iran di Selat Hormuz, Dua Pelaut Tewas


Rabu, 02 September 2026 / 20:23 WIB
Kapal Tanker Minyak Arab Saudi Diserang Iran di Selat Hormuz, Dua Pelaut Tewas
ILUSTRASI. Selat Hormuz (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - RIYADH. Arab Saudi, eksportir minyak mentah terbesar di dunia, menyatakan serangan Iran terhadap kapal tanker minyak milik perusahaan pelayaran nasionalnya menewaskan dua pelaut asal Filipina.

Kapal tanker Sidr, yang dioperasikan oleh Bahri, merupakan salah satu dari dua kapal tanker super (supertanker) pengangkut minyak Saudi yang dilaporkan terkena serangan pada Senin (31/8/2026) malam ketika melintasi Selat Hormuz.

Iran sebelumnya telah mengancam kapal tanker yang berupaya melintasi jalur perairan sempit tersebut tanpa izin. Ancaman ini berpotensi menghambat ekspor energi dari negara-negara tetangga yang kaya minyak di kawasan Teluk.

Baca Juga: Bank Sentral India Berhasil Tarik US$ 136,38 Miliar Valas untuk Perkuat Rupee

Sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia biasanya melewati Selat Hormuz.

Bahri mengatakan dua pelaut tersebut tewas dalam sebuah insiden keamanan yang melibatkan kapal Sidr pada Senin pukul 23.40 waktu setempat atau Selasa pukul 02.40 WIB.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan pentingnya menghentikan eskalasi serta menghormati keselamatan pelayaran internasional dan keamanan pasokan energi global.

"Kerajaan menekankan perlunya menghentikan eskalasi serta menghormati keselamatan maritim internasional dan keamanan pasokan energi global," kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam pernyataannya.

Sementara itu, Bahri menyatakan terus berkomunikasi dengan kapal tersebut dan berkoordinasi erat dengan otoritas terkait serta berbagai pemangku kepentingan di industri maritim. Perusahaan juga terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut.

Serangan terhadap kapal Bahri bukan kali pertama terjadi. Pada Juli 2026, kapal tanker super Bahri lainnya, Wedyan, juga terkena serangan saat melintasi Selat Hormuz di dekat pesisir Oman.

Dua kapal Bahri lainnya, Masa dan Amzan, turut diserang di Laut Merah masing-masing pada Juli dan Agustus 2026. Serangan tersebut terjadi setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran menyatakan blokade laut terhadap Arab Saudi.

Baca Juga: Risiko Pemadaman Listrik Meningkat, AS Dilanda Panas Ekstrem

Rangkaian serangan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan pelayaran dan kelancaran arus perdagangan energi melalui jalur strategis di Timur Tengah, terutama Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama perdagangan minyak global.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×