kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kartu kredit diminta tak lagi melayani situs porno, ini tanggapan Pornhub


Senin, 11 Mei 2020 / 16:17 WIB
ILUSTRASI. Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan pemeriksaan isi telepon genggam milik pelajar yang diamankan usai terjaring razia di Kantor Satpol PP Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (9/1). Razia di tempat pemakaman Tionghoa saat jam sekolah terseb


Sumber: BBC | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu situs terlaris di internet adalah penyedia konten porno. Hal ini menyebabkan kegelisahan banyak pihak. Mengutip BBC akhir pekan lalu, sekelompok aktivis dan kelompok antieksploitasi seksual mendesak perusahaan kartu kredit memblokir pembayaran biaya langganan situs-situs porno di internet.

Dalam isi surat yang dibaca BBC, aktivis itu menulis,  situs porno memandang kekerasan seksual, inses, dan rasisme secara erotik dan memuat konten yang menampilkan kekerasan dan perdagangan seksual. Ini pertama kalinya aktivis dan kelompok antieksploitasi seksual di lima benua bekerja sama mengirim surat ke perusahaan kartu kredit besar dunia terkait industri film dewasa.Surat itu telah dikirim ke 10 perusahaan, termasuk Visa, MasterCard dan American Express.

MasterCard mengatakan kepada BBC sedang melakukan penyelidikan. Sementara situs porno paling beken, Pornhub menyatakan, surat itu tidak faktual dan menyesatkan. "Kami berkomitmen menghapus dan memerangi semua konten ilegal, termasuk video yang melibatkan anak di bawah umur," jelas Pornhub. 




TERBARU

[X]
×