kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.937   20,00   0,12%
  • IDX 9.067   -8,46   -0,09%
  • KOMPAS100 1.255   -1,33   -0,11%
  • LQ45 888   -1,62   -0,18%
  • ISSI 330   0,04   0,01%
  • IDX30 452   -0,10   -0,02%
  • IDXHIDIV20 535   1,51   0,28%
  • IDX80 140   -0,17   -0,12%
  • IDXV30 148   0,54   0,37%
  • IDXQ30 145   -0,05   -0,03%

Kartu kredit diminta tak lagi melayani situs porno, ini tanggapan Pornhub


Senin, 11 Mei 2020 / 16:17 WIB
Kartu kredit diminta tak lagi melayani situs porno, ini tanggapan Pornhub
ILUSTRASI. Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan pemeriksaan isi telepon genggam milik pelajar yang diamankan usai terjaring razia di Kantor Satpol PP Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (9/1). Razia di tempat pemakaman Tionghoa saat jam sekolah terseb


Sumber: BBC | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu situs terlaris di internet adalah penyedia konten porno. Hal ini menyebabkan kegelisahan banyak pihak. Mengutip BBC akhir pekan lalu, sekelompok aktivis dan kelompok antieksploitasi seksual mendesak perusahaan kartu kredit memblokir pembayaran biaya langganan situs-situs porno di internet.

Dalam isi surat yang dibaca BBC, aktivis itu menulis,  situs porno memandang kekerasan seksual, inses, dan rasisme secara erotik dan memuat konten yang menampilkan kekerasan dan perdagangan seksual. Ini pertama kalinya aktivis dan kelompok antieksploitasi seksual di lima benua bekerja sama mengirim surat ke perusahaan kartu kredit besar dunia terkait industri film dewasa.Surat itu telah dikirim ke 10 perusahaan, termasuk Visa, MasterCard dan American Express.

MasterCard mengatakan kepada BBC sedang melakukan penyelidikan. Sementara situs porno paling beken, Pornhub menyatakan, surat itu tidak faktual dan menyesatkan. "Kami berkomitmen menghapus dan memerangi semua konten ilegal, termasuk video yang melibatkan anak di bawah umur," jelas Pornhub. 




TERBARU

[X]
×