kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Kasus corona melonjak, Inggris pertimbangkan kembali lakukan lockdown nasional


Senin, 21 September 2020 / 13:41 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - LONDON. Lonjakan kasus virus corona di Inggris membuat Perdana Menteri Boris Johnson mempertimbangkan kembali melakukan penguncian nasional untuk kedua kalinya. Hal ini dilakukan untuk menahan penyebaran virus corona di Negeri Ratu Elisabeth tersebut.

Inggris memang sedang dikhawatirkan oleh gelombang kedua virus corona. Berdasarkan pekan lalu, kasus virus corona meningkat setidaknya 6.000 per hari di Inggris. 

Ini membuat jumlah pasien di rumah sakit kembali berlipat ganda dalam setiap delapan hari. Selain itu, sistem pengujian virus corona pun mengalami kelebihan permintaan. 

"Kami pasti berada pada saat yang sangat kritis pagi ini," kata Sekretaris Transportasi Grant Shapps kepada Sky. "Jelas bahwa kami hanya beberapa minggu di belakang apa yang kami lihat di tempat lain di Eropa."

Baca Juga: Video angkatan udara China tunjukkan serangan simulasi di pangkalan udara AS di Guam

"Sangat penting bahwa kami melakukan semua yang kami bisa untuk menahan ini," tambah Shapps. "Kami akan mendengar dari orang lain termasuk perdana menteri tentang langkah-langkah yang diusulkan selanjutnya."

Chris Whitty, kepala petugas medis pemerintah, dan Patrick Vallance, kepala penasihat ilmiah, akan memberikan pengarahan pada hari ini (21/9).

"Tren di Inggris menuju ke arah yang salah dan kami berada pada titik kritis dalam pandemi," kata Whitty. 

"Kami melihat data untuk melihat bagaimana mengelola penyebaran virus menjelang periode musim dingin yang sangat menantang," pungkas Whitty.

Selanjutnya: Corona di Korea: Infeksi harian kembali di bawah 100 untuk dua hari berturut-turut




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×