kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.167   1,00   0,01%
  • IDX 5.032   -65,62   -1,29%
  • KOMPAS100 648   -7,84   -1,19%
  • LQ45 512   -3,34   -0,65%
  • ISSI 169   -2,63   -1,54%
  • IDX30 288   -1,06   -0,37%
  • IDXHIDIV20 389   0,24   0,06%
  • IDX80 75   -0,77   -1,02%
  • IDXV30 108   0,91   0,85%
  • IDXQ30 97   -0,30   -0,31%

Kasus PHK di Singapura Tembus 4.800 Orang, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19


Jumat, 30 Oktober 2026 / 09:44 WIB
Kasus PHK di Singapura Tembus 4.800 Orang, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19
ILUSTRASI. ASIA-WEATHER/INDONESIA-HAZE (REUTERS/Edgar Su)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) di Singapura meningkat pada kuartal III-2026 dan mencapai level tertinggi sejak puncak pandemi Covid-19 pada akhir 2020.

Kenaikan ini terutama dipicu oleh reorganisasi bisnis, menurut laporan Kementerian Tenaga Kerja Singapura yang dirilis Jumat (30/10/2026).

Mengutip Reuters, jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai 4.800 orang pada Juli-September 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan kuartal II-2026 yang sebanyak 4.620 orang.

Baca Juga: Ringgit dan Won Pimpin Penguatan Mata Uang Asia, Rupiah Naik 0,11%

Jumlah PHK pada kuartal III-2026 tersebut merupakan yang tertinggi sejak kuartal IV-2020, ketika sebanyak 5.640 pekerja kehilangan pekerjaan di tengah pandemi Covid-19.

Kementerian Tenaga Kerja Singapura mencatat, PHK masih relatif tinggi pada sektor-sektor yang berorientasi ekspor atau memiliki ketergantungan besar terhadap pasar luar negeri.

Meski jumlah PHK meningkat, pasar tenaga kerja Singapura masih mencatatkan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja.

Total jumlah pekerja bertambah 27.700 orang pada kuartal III-2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 11.400 orang pada kuartal sebelumnya dan 25.100 orang pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak, Brent Tembus US$ 115 per Barel Imbas Serangan Houthi

Tingkat pengangguran secara keseluruhan juga bertahan di level 2% pada September 2026. Namun, tingkat pengangguran penduduk tetap (resident) naik menjadi 3% dari 2,9% pada Agustus 2026.

Sementara itu, tingkat pengangguran warga negara Singapura meningkat menjadi 3,1% dari sebelumnya 3%.

Kementerian Tenaga Kerja juga mencatat kenaikan proporsi perusahaan yang memperkirakan akan melakukan PHK dalam tiga bulan ke depan. Persentasenya meningkat menjadi 3,1% dari 2,8% pada bulan sebelumnya.

"Meski pasar tenaga kerja masih terus berkembang, jumlah PHK tetap tinggi. Kondisi ini, bersama dengan meningkatnya niat perusahaan untuk melakukan PHK, menunjukkan mulai munculnya kelemahan di sejumlah bagian pasar tenaga kerja yang perlu dipantau secara ketat," kata kementerian tersebut.

Baca Juga: Ekspor Vietnam Melonjak 27,4%, Nilainya Diperkirakan Tembus US$ 499 Miliar

Jumlah PHK di Singapura sempat menurun setelah 2020. Pada periode tersebut, penurunan populasi akibat pembatasan perjalanan dan hilangnya pekerjaan mendorong sebagian pekerja asing meninggalkan pusat bisnis tersebut. Kondisi itu sempat membuat pasar tenaga kerja Singapura lebih ketat.

Namun, kenaikan PHK terbaru menunjukkan tekanan masih terjadi pada sejumlah sektor, terutama industri yang berorientasi ke pasar global.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×