Kawah Tumbukan Meteor Terbesar Ditemukan, Lokasinya di Negeri Tirai Bambu

Rabu, 02 Maret 2022 | 11:38 WIB   Penulis: Arif Budianto
Kawah Tumbukan Meteor Terbesar Ditemukan, Lokasinya di Negeri Tirai Bambu

ILUSTRASI. Kawah Tumbukan Meteor Terbesar Ditemukan, Lokasinya di Negeri Tirai Bambu


KONTAN.CO.ID - Kawah tumbukan meteor terbesar ditemukan di Negeri Tirai Bambu. Kawah yang berlokasi di pegunungan Xing'an, Yilan, China ini memiliki diameter 1,85 kilometer (km), lebih besar dari yang ada di Arizona yang mencapai 1,2 kilometer (km) diameternya.

Kawah dampak tumbukan meteor yang berusia relatif muda ditemukan di wilayah Yilan, China. Kawah tumbukan meteor yang berusia 50.000 tahun ini merupakan yang kedua ditemukan di China.

Mengutip dari Sciencetimes, kawah yang ditemukan di pegungungan Xing'an ini merupakan yang kedua ditemukan di China. Kawah tumbukan yang ditemukan di Negeri Tirai Bambu ini mungkin merupakan terbesar yang pernah diawetkan di planet Bumi ini.

Oh iya, sebagai tambahan informasi, yang dimaksud kawah tumbukan adalah struktur geologi yang terbentuk ketika meteor, asteroid atau komet menabrak planet atau satelit alaminya.

Kawah tumbukan Yilan di Negeri Tirai Bambu

Para ilmuwan telah mempresentasikan penemuan ini pada Juli 2021, menyebutkan bahwa formasi geologi baru di pegunungan Xing'an. Para peneliti yang meneliti studi tersebut mengatakan bahwa struktur tersebut memang merupakan hasil dari batuan luar angkasa yang menabrak Bumi.

Baca Juga: NASA Deteksi Asteroid Raksasa Melintas Dekat Bumi Awal Maret ini, Apakah Aman?

Palung tersebut diekenal sebagai kawah Yilan, dengan diameter sekitar 1,85 kilometer (km). Berdasarkan penanggalan karbon dari sisa-sisa lubang, kawah Yilan kemungkinan besar terbentuk setelah dampak yang terjadi antara 46.000 hingga 53.000 tahun yang lalu.

Sementara itu, NASA mengungkapkan bahwa situs kawah Yilan penuh dengan sedimen danau organik dan senyawa arang. Penulis dalam penelitian tersebut menemukan sampel tersebut melalui bantuan inti bor yang digali dari bagian tengah kawah, seperti yang dilaporkan Forbes.

Lapisan sedimen ini terbentuk dengan kumpulan fragmen batuan yang ditekan bersama. Batuan yang sama menyimpan bukti bahwa serangan meteorit kuno telah menabrak daerah tersebut.

Bentuk kawah tumbukan Yilan ini hampir bulat, tetapi diamati memiliki bentuk bulan sabit dari pandangan atas. Hal ini karena bagian tepi di bagian bawah yang menghilang.

Baca Juga: Yuk Cari Tahu! Inilah 12 Rasi Bintang yang Menjadi Nama Zodiak, Termasuk Tanggalnya

Pada bulan Oktober 2021, satelit Landsat-8 milik NASA dan USGS menangkap potret kawah dari luar angkasa. NASA mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan alasan di balik tidak adanya separuh bagian kawah yang lainnya.

Dengan penemuan ini, pemegang kawah tumbukan terbesar saat ini yang berada di Arizona akhirnya terlampaui. Kawah Yilan dengan diameter 1,85 kilometer ini jauh lebih besar dari yang ada di Arizona dengan diameter 1,2 kilometer.

Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Meteoritics and Planetary Science dengan judul "Yilan crater, China: Evidence for an origin by meteorite impact."

Editor: Arif Budianto

Terbaru