Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan
KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Kebakaran di sebuah gedung apartemen di distrik pemukiman yang padat di Hong Kong menewaskan sedikitnya tujuh orang. Kebakaran paling mematikan sejak 2011.
Melansir Channel News Asia, kebakaran terjadi pada Minggu (15/11) malam di Yau Ma Tei, daerah yang biasanya ramai di Kowloon yang dipenuhi dengan blok apartemen tua, toko, dan bisnis.
Kebakaran terjadi di tempat yang tampak seperti sebuah restoran yang terletak di sebuah apartemen, menurut petugas pemadam kebakaran pada konferensi pers Senin (16/11).
Para pejabat Hong Kong mengatakan, penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Baca Juga: Pecat anggota parlemen pro-demokrasi Hong Kong, AS peringatkan sanksi atas China
Tidak memiliki sistem sprinkler
Bangunan itu tidak memiliki sistem sprinkler dan orang-orang terjebak di belakang dapur, petugas pemadam kebakaran Cheung Kwong-yuen mengungkapkan.
Sprinkler adalah alat untuk memadamkan api secara otomatis saat ada asap atau api.
Laporan media lokal menyebutkan, orang-orang di restoran tersebut sedang merayakan Deepavali serta ulang tahun ketika kobaran api terjadi. Lilin yang menyala telah membuat bahan kedap suara terbakar.
Surat kabar South China Morning Post melaporkan, tujuh orang berusia 9 hingga 40 tahun tewas dalam kobaran api, yang dikatakan sebagai yang paling mematikan sejak kebakaran tahun 2011 yang menewaskan sembilan orang.
Baca Juga: Anggota DPR Hong Kong mengancam mengundurkan diri massal, ini alasannya
Sementara tujuh dari korban luka yang dirawat di rumahsakit berada dalam kondisi kritis.
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan pada Minggu tengah malam, dia "sangat sedih karena kebakaran di Yau Ma Tei tadi malam menyebabkan sejumlah orang tewas dan luka-luka". Dia lalu mengunjungi lokasi kebakaran pada Senin pagi.
Insiden tersebut menyoroti masalah keselamatan kebakaran di gedung-gedung tua di Hong Kong. Beberapa di antaranya tidak dilengkapi dengan sistem manajemen keselamatan kebakaran yang sesuai.
Kebakaran mematikan dulunya sering terjadi di Hong Kong, salah satu kota terpadat di dunia. Tapi, telah menyusut dalam beberapa tahun terakhir karena pemerintah menerapkan langkah-langkah keselamatan kebakaran yang lebih ketat.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)