kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.055   -5,00   -0,03%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Kekayaan 3 Orang Terkaya Indonesia Susut Rp106 Triliun Usai Peringatan MSCI


Kamis, 22 Oktober 2026 / 07:43 WIB
Kekayaan 3 Orang Terkaya Indonesia Susut Rp106 Triliun Usai Peringatan MSCI
ILUSTRASI. Petugas menghitung uang rupiah dan dolar Amerika (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Kekayaan tiga orang terkaya di Indonesia merosot sekitar US$5,9 miliar atau setara Rp106,4 triliun setelah pasar saham Indonesia mengalami aksi jual besar-besaran pada Jumat (16/10) dan Senin (19/10).

Penurunan kekayaan tersebut terjadi setelah MSCI memberikan peringatan terkait proposal penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Peringatan tersebut memicu kepanikan investor dan menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam.

Pada 16 Oktober, IHSG anjlok 11,6% setelah peringatan MSCI memicu aksi jual besar-besaran. Tekanan berlanjut pada 19 Oktober, ketika IHSG kembali turun 3,6%.

Gabungan penurunan selama dua hari tersebut menjadi yang terdalam dalam sejarah IHSG.

Berdasarkan laporan Reuters, penurunan tersebut bahkan lebih besar dibandingkan kerugian yang terjadi selama krisis keuangan Asia 1998.

Baca Juga: BUMN Singapura Bantah Lobi MSCI Untuk Turunkan Status Pasar Saham Indonesia

Kekayaan Orang Terkaya Indonesia Turun

Mengutip data Forbes, kekayaan Robert Budi Hartono turun menjadi sekitar US$12,4 miliar pada Senin (19/10).

Sebelum aksi jual saham dimulai pada Jumat (16/10), kekayaan Hartono masih berada di sekitar US$15,5 miliar.

Artinya, kekayaan salah satu pemilik bisnis rokok terbesar di Indonesia tersebut menyusut sekitar US$3,1 miliar atau sekitar Rp55,9 triliun dalam periode tersebut.

Sementara itu, kekayaan Prajogo Pangestu turun sekitar US$2,2 miliar atau Rp39,7 triliun.

Kekayaan Low Tuck Kwong juga menyusut sekitar US$600 juta atau Rp10,8 triliun.

Jika digabungkan, penurunan kekayaan ketiganya mencapai sekitar US$5,9 miliar atau Rp106,4 triliun.

Baca Juga: MSCI Ancam Keluarkan Saham Ini Karena Model Bisnis Mirip Dana Investasi

Peringatan MSCI untuk Indonesia

MSCI sebelumnya telah memperingatkan Indonesia mengenai status pasar sahamnya sejak Januari 2026.

Penyedia indeks global tersebut menyoroti sejumlah persoalan, termasuk aturan keterbukaan kepemilikan saham yang dinilai berpotensi membuat kepemilikan sebenarnya atas perusahaan terbuka sulit diketahui.

MSCI juga menyoroti persoalan transparansi pasar serta risiko aktivitas perdagangan yang tidak semestinya.

Banyak perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia masih memiliki kepemilikan yang terkonsentrasi pada pendiri, keluarga, atau konglomerasi tertentu.

Kondisi tersebut membuat jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik relatif terbatas.

Pada Oktober 2026, MSCI kembali menyampaikan bahwa masih terdapat kekhawatiran signifikan terkait kondisi pasar Indonesia.

Salah satu perhatian tersebut berkaitan dengan dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi serta belum adanya bukti penegakan aturan yang dianggap memadai.

MSCI mempertimbangkan untuk mengubah klasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Jika terjadi, perubahan tersebut akan lebih serius dibandingkan penurunan status pasar yang sebelumnya diperkirakan dan berpotensi membuat saham-saham Indonesia dikeluarkan dari indeks global utama MSCI.

Baca Juga: IHSG Anjlok 11%, Terburuk Sejak 1998 Setelah MSCI Soroti Status Pasar Indonesia




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×