kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Kembangkan mobil listrik, produsen otomotif ramai-ramai benamkan investasi di Asia


Rabu, 08 Desember 2021 / 17:59 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi mobil listrik. REUTERS/Jorge Silva/File Photo


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

Di sisi lain, Toyota, Honda, Suzuki dan Mitsubishi juga berkomitmen untuk melakukan investasi baru senilai Rp 28 triliun hingga 2024 untuk memproduksi sejumlah kendaraan hybrid dan BEV di Indonesia.

Honda berkomitmen untuk melakukan investasi senilai Rp 5,2 triliun. Investasi yang juga dilakukan hingga 2024 itu pun dilakukan untuk melakukan produksi kendaraan baru yang ramah lingkungan dan sesuai dengan pasar Indonesia.

Suzuki dan Mitsubishi berencana untuk melakukan investasi sebesar Rp 1,2 triliun dan Rp 11 triliun dan akan digunakan juga untuk mendukung proses produksi kendaraan ramah lingkungan di tanah air.

Selain dari pabrikan Jepang, investasi juga datang dari Korea lewat  Hyundai Motor Group. Melalui kerja sama dengan LG Energy Solution. Ltd, Hyundai Motor Group memilih Indonesia sebagai lokasi pabrik sel baterai untuk battery electric vehicle (BEV).

Berdasarkan siaran pers, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution telah menandatangani nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Indonesia untuk membentuk joint venture di Indonesia sebagai upaya dalam memproduksi sel baterai dari mobil listrik. Hyundai menilai, kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan pasokan baterai yang stabil.

Melalui MoU ini, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution akan menginvestasikan dana senilai 1,1 miliar dolar AS ke dalam joint venture untuk membangun pabrik sel baterai di Karawang, Jawa Barat. Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution masing-masing akan berhak atas 50% kepemilikan saham pada joint venture ini.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×