Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kasus dugaan perdagangan ilegal dalam initial public offering (IPO) agensi Kpop HYBE memasuki babak baru. Kepolisian Korea Selatan (Korsel) telah meminta surat perintah penahanan untuk Bang Si-hyuk, Chairman HYBE.
Reuters melaporkan, Badan Kepolisian Metropolitan Seoul mengatakan, Bang diduga melanggar hukum pasar modal dengan menyesatkan investor awal menjelang pencatatan saham HYBE. Produsen grup Kpop BTS tersebut diduga mengarahkan investor menjual saham ke private fund swasta yang terafiliasi dengan rekan-rekan Bang.
Polisi menduga, setelah HYBE melakukan IPO, pengelola fund tersebut menjual sahamnya. Bang menerima sekitar 30% dari keuntungan berdasarkan perjanjian pemegang saham sebelumnya, sehingga ia memperoleh keuntungan ilegal sekitar 190 miliar won, atau sekitar Rp 2,21 triliun.
Baca Juga: Tur Dunia BTS Arirang Dimulai, Pendapatan Diproyeksi Capai US$ 1,8 Miliar
Saham HYBE berbalik arah setelah laporan tersebut. Per pukul 11.24 WIB, harga saham HYBE turun 2,92% menjadi 249 won per saham. Sementara indeks acuan Korsel KOSPI menguat 2,35% mencapai 6.365,34 di waktu yang sama.
Bang sebelumnya telah membantah melakukan kesalahan apa pun. HYBE tidak memberikan komentar ketika dihubungi Reuters.
Bang merupakan pendiri HYBE, perusahaan musik ternama di balik grup super Kpop global BTS.
Bang sebelumnya juga telah dilarang meninggalkan Korea Selatan sejak Agustus tahun lalu. Tapi, seiring dengan tur global BTS yang sedang berlangsung, ada permintaan dari Amerika Serikat (AS) agar Bang bisa diizinkan ke luar negeri.
Baca Juga: Apple Tunjuk John Ternus Jadi CEO Baru Gantikan Tim Cook, Ini Profilnya
Badan Kepolisian Nasional mengkonfirmasi kedutaan besar AS di Seoul baru-baru ini mengirimkan surat yang meminta pihak berwenang mengizinkan Bang melakukan perjalanan ke Amerika Serikat, meskipun ada larangan perjalanan yang diberlakukan selama penyelidikan.
Menurut polisi, surat tersebut meminta penangguhan sementara larangan tersebut, dengan alasan rencana Bang dan eksekutif senior lainnya untuk menghadiri acara peringatan Hari Kemerdekaan AS dan mengadakan pembicaraan terkait tur global BTS yang sedang berlangsung.
Kedutaan besar AS di Seoul mengatakan tidak memiliki tambahan komentar mengenai hal tersebut.













