kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.859   13,00   0,08%
  • IDX 8.974   37,25   0,42%
  • KOMPAS100 1.236   7,14   0,58%
  • LQ45 872   4,11   0,47%
  • ISSI 326   1,99   0,61%
  • IDX30 442   2,49   0,57%
  • IDXHIDIV20 520   2,91   0,56%
  • IDX80 138   0,90   0,66%
  • IDXV30 145   1,11   0,77%
  • IDXQ30 141   0,81   0,57%

Kilang minyak terbakar di Singapura, Shell tetapkan kondisi force majeure


Senin, 03 Oktober 2011 / 11:39 WIB
Kilang minyak terbakar di Singapura, Shell tetapkan kondisi force majeure
ILUSTRASI. Pertumbuhan simpanan di bank saat ini sudah merata untuk simpanan dengan saldo di bawah Rp 2 miliar hingga di atas Rp 5 miliar.


Sumber: BBC | Editor: Rizki Caturini

SINGAPURA. Shell mengumumkan kondisi krisis alias force majeure, setelah api membakar dan melumpuhkan kilang minyak Shell di Singapura minggu lalu.

Kobaran api membuat Shell harus menghentikan seluruh operasional kilang minyak. Langkah ini tentu saja mengganggu suplai minyak kepada para pelanggan Shell, sebab kilang minyak Shell yang terbakar ini merupakan yang terbesar di dunia.

Pengumuman force majeure menjadi pilihan dalam perjanjian kontrak jika perusahaan mengalami kejadian luar biasa seperti kebakaran seperti ini. "Kita telah mengumumkan kondisi force majeure kepada beberapa pelanggan kita," ujar Lee Tzu Yang, pimpinan Shell Singapura dalam website perusahaan.

Shell terus berdiskusi dengan para pelanggan untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka dan meminimalisasi dampak dari kejadian ini. Sekadar informasi, kilang minyak yang terbakar itu memproduksi minyak 500.000 barel per hari.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×