Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Koalisi pimpinan Arab Saudi mengklaim telah mencegat dua rudal balistik yang ditembakkan kelompok Houthi ke arah Taif dan Yanbu pada Sabtu (24/10/2026).
Insiden ini menandai berlanjutnya eskalasi serangan lintas perbatasan yang mengancam keamanan sejumlah kota di Arab Saudi.
Mengutip Reuters, pertahanan sipil Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan potensi bahaya kepada warga di Taif dan Yanbu.
Peringatan serupa juga disampaikan untuk Mekkah, kota suci umat Islam, serta Jeddah, salah satu kota terbesar di negara tersebut.
Baca Juga: Serangan Houthi Guncang Bandara Riyadh, Tiga Orang Tewas dan Penerbangan Terganggu
Sekitar 10 menit kemudian, otoritas pertahanan sipil menyatakan ancaman telah berlalu.
Pencegatan dua rudal tersebut terjadi dua hari setelah Houthi mengklaim telah menyerang sejumlah target di Arab Saudi.
Target yang disebut mencakup Kementerian Pertahanan di Riyadh, fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di Yanbu, serta Bandara Internasional King Fahd di Dammam.
Otoritas Saudi menyebut dua orang tewas dalam rangkaian serangan tersebut.
Namun, pemerintah Arab Saudi belum mengonfirmasi laporan serangan terhadap Riyadh dan Yanbu.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Aramco juga sempat meminta karyawannya meninggalkan kantor pusat perusahaan di Dhahran, kota di kawasan Teluk.
Baca Juga: Arab Saudi Klaim Cegat Rudal Houthi, Incar Riyadh dan Fasilitas Aramco
Informasi tersebut disampaikan enam sumber yang mengetahui persoalan itu kepada Reuters pada Kamis (22/10/2026).
Koalisi pimpinan Saudi sebelumnya menyatakan telah mencegat sejumlah drone di atas Riyadh dan Madinah pada Kamis.
Sehari sebelumnya, Houthi membantah meluncurkan drone ke arah Madinah setelah koalisi melaporkan pencegatan drone di kota suci tersebut dan wilayah timur Arab Saudi.
Awal bulan ini, Houthi juga memperingatkan maskapai penerbangan agar tidak menggunakan wilayah udara Arab Saudi, dengan pengecualian wilayah udara di atas Mekkah dan Madinah.
Peringatan itu muncul ketika serangan kelompok tersebut terhadap Arab Saudi semakin intensif.
Rangkaian serangan terbaru ini mematahkan gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022.
Baca Juga: Koalisi Arab Saudi Hancurkan Drone Houthi di Selatan Mekkah
Kesepakatan tersebut sebelumnya sebagian besar menghentikan serangan lintas perbatasan antara koalisi pimpinan Saudi, yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, dan kelompok Houthi yang menguasai ibu kota Sanaa.
Eskalasi ini juga membuka front konflik baru di tengah perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Houthi merupakan kelompok yang bersekutu dengan Iran, sehingga meningkatnya serangan terhadap Arab Saudi menambah kompleksitas konflik regional tersebut.














