kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

Rudal Hantam Bandara Yaman, Arab Saudi Cegat Serangan ke Pusat Ekspor Minyak


Sabtu, 17 Oktober 2026 / 05:53 WIB
Rudal Hantam Bandara Yaman, Arab Saudi Cegat Serangan ke Pusat Ekspor Minyak
ILUSTRASI. Kelompok Houthi Yaman - Serangan Rudal (via REUTERS/HOUTHI MEDIA CENTRE)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah dua rudal menghantam area Bandara Internasional Aden di Yaman selatan pada Jumat (16/10/2026). Pada hari yang sama, koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengumumkan telah mencegat rudal balistik yang mengarah ke Yanbu, salah satu pusat ekspor minyak utama kerajaan tersebut.

Departemen Keamanan Aden menyatakan, dua rudal jatuh di area bandara dan menuding kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab. Insiden tersebut menjadi serangan kedua terhadap fasilitas itu dalam waktu kurang dari sepekan.

Meski demikian, kelompok Houthi belum segera mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden itu.

Departemen Keamanan Aden menyebut, sebuah penerbangan Yemenia Airways tujuan Kairo tengah bersiap lepas landas ketika kedua rudal menghantam area bandara.

Sementara itu, koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengatakan telah mencegat rudal balistik yang menuju Yanbu, kota di pesisir Laut Merah yang memiliki peran strategis dalam kegiatan ekspor minyak Saudi.

Baca Juga: Baru Menjabat Kurang dari Sepekan, Jubir Gedung Putih Katie Zacharia Dipecat

Koalisi tersebut juga mengumumkan telah menghancurkan dua rudal jelajah di atas Laut Merah serta tiga pesawat nirawak atau drone di wilayah selatan Arab Saudi dan kawasan Riyadh. Namun, koalisi tidak mengidentifikasi pihak yang berada di balik serangkaian serangan tersebut.

Yanbu Jadi Jalur Strategis Ekspor Minyak Saudi

Yanbu merupakan salah satu jalur penting bagi Arab Saudi untuk menyalurkan minyak mentah ke pasar internasional. Lokasinya di pesisir Laut Merah memungkinkan kerajaan mengekspor minyak tanpa harus melewati Selat Hormuz.

Jalur tersebut semakin strategis di tengah meningkatnya ketegangan regional dan ancaman keamanan yang memicu kekhawatiran terhadap keselamatan pelayaran di Selat Hormuz.

Kekhawatiran mengenai eskalasi konflik Timur Tengah juga memengaruhi pasar energi global. Harga minyak mentah Brent sempat menyentuh US$ 110 per barel pada Jumat, untuk pertama kalinya sejak Mei 2026.

Kenaikan tersebut terjadi ketika pelaku pasar mencermati potensi gangguan pasokan minyak global akibat meningkatnya ketegangan di kawasan.

Sebelumnya, otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi telah mengeluarkan peringatan di wilayah Jazan dan kota Khamis Mushait di bagian barat daya negara itu. Peringatan semacam ini semakin sering disampaikan sejak pertempuran kembali meningkat pada bulan lalu.

Konflik Yaman Memperburuk Krisis Kemanusiaan

Peningkatan pertempuran antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman menimbulkan kekhawatiran terhadap memburuknya krisis kemanusiaan di negara tersebut.

Sejumlah lembaga bantuan memperingatkan bahwa kondisi kemanusiaan di Yaman memburuk dengan cepat seiring meningkatnya intensitas konflik.

Konflik Yaman kini menjadi salah satu front dalam perang regional yang lebih luas, yang bermula dari serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari 2026.

Perang di Yaman sendiri dimulai pada 2014 ketika kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan memaksa pemerintah yang diakui secara internasional bergerak ke wilayah selatan. Arab Saudi kemudian memimpin intervensi militer pada tahun berikutnya.

Baca Juga: ICBC Nomor 1, Ini Daftar 30 Bank Terbesar di Dunia Tahun 2026

Setelah bertahun-tahun mengalami kebuntuan, gencatan senjata pada 2022 sempat menahan eskalasi konflik hingga kembali pecah pada 2026.

Sejak pertempuran kembali meningkat, kelompok Houthi berulang kali meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi. Sasaran serangan mencakup bandara, fasilitas minyak, serta infrastruktur lainnya.

Dalam beberapa hari terakhir, kelompok tersebut juga menyerang sejumlah lokasi di wilayah Yaman yang dikuasai pemerintah, termasuk Bandara Aden dan istana kepresidenan di ibu kota sementara negara itu.

Houthi Klaim 124 Warga Sipil Tewas

Di tengah meningkatnya konflik, juru bicara kementerian kesehatan yang dikelola kelompok Houthi menyatakan pada Jumat bahwa sebanyak 124 warga sipil tewas dan 327 lainnya terluka akibat apa yang disebutnya sebagai "agresi Saudi" sejak eskalasi dimulai pada 3 September 2026.

Namun, Reuters menyatakan tidak dapat memverifikasi angka korban tersebut secara independen.


Video Terkait



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×