kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Korban tewas virus corona mencapai 1.770, kasus sembuh 10.607


Senin, 17 Februari 2020 / 07:59 WIB
Korban tewas virus corona mencapai 1.770, kasus sembuh 10.607
ILUSTRASI. Pendonor plasma darah untuk pasien virus corona di Wuhan, China.

Sumber: South China Morning Post,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Otoritas kesehatan di provinsi Hubei China - pusat episemi epidemi coronavirus baru - pada hari Senin melaporkan 100 kematian baru yang terkait dengan penularan dan 1.933 kasus yang baru dikonfirmasi.

Melansir South China Morning Post, angka ini menjadikan total yang diumumkan oleh komisi kesehatan provinsi masing-masing menjadi 1.696 kasus dan 58.182 kasus. Adapun angka kematian global menjadi 1.770 kasus.

South China Morning Post juga melaporkan, pejabat di Hubei telah melaporkan 1.843 kasus yang baru dikonfirmasi dan 139 kematian sehari sebelumnya. Di sisi lain, kasus pasien yang sembuh dari virus mematikan ini mencapai 10.607 kasus.

Baca Juga: Virus corona membuat Singapura pangkas proyeksi ekonomi 2020 menjadi -0,5%-1,5%

Meskipun kasus-kasus baru sebelumnya turun untuk hari ketiga berturut-turut setelah dilakukan perubahan atas kriteria diagnostik, kekhawatiran global tetap tinggi tentang penyebarannya.

Mengutip Reuters, penurunan jumlah kasus ini terjadi setelah pihak berwenang memberlakukan pembatasan baru yang ketat untuk mencegah penyebaran penyakit flu akut ini. Asal tahu saja, pemerintah provinsi Hubei melakukan penguncian yang lebih ketat di wilayah tersebut.

Baca Juga: Korban tewas pertama Covid-19 di Taiwan, pasien terbaru di negara itu

Pejabat kesehatan China pada hari Minggu mengatakan, penurunan jumlah kasus baru yang dikonfirmasi dalam dua hari terakhir menunjukkan upaya mereka untuk menghentikan penyebaran virus membuahkan hasil.

"Efek dari kontrol virus corona mulai tampak," jelas Mi Feng, juru bicara Komisi Kesehatan, mengatakan kepada wartawan seperti dikutip Reuters.




TERBARU

Close [X]
×