kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45774,37   -28,65   -3.57%
  • EMAS1.028.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Korea Utara: Kami dukung penuh China lawan campur tangan AS


Sabtu, 04 Juli 2020 / 06:25 WIB
Korea Utara: Kami dukung penuh China lawan campur tangan AS
ILUSTRASI. Wanita mengenakan gaun tradisional berjalan melalui kompleks perumahan yang baru dibangun setelah upacara pembukaannya di Jalan Ryomyong di Pyongyang, Korea Utara, 13 April 2017. REUTERS / Damir Sagolj

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Duta Besar Korea Utara untuk China Ji Jae-ryong menyuarakan dukungan penuh atas perlawanan China terhadap campur tangan Amerika Serikat (AS) dalam masalah-masalah internal, seperti urusan Hong Kong, menjaga kedaulatan nasional, dan integritas teritorial.

"AS telah membuat pernyataan provokatif terhadap China tentang ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, keamanan, hak asasi manusia, serta diplomasi, yang mendorong hubungan China-AS ke titik ekstrem," kata Ji kepada Global Times, Jumat (3/7).

Menurut Ji, AS secara terbuka telah mengolesi Partai Komunis China (CPC) dan sistem sosialis Tiongkok, terutama tahun ini, yang terus-menerus merenggangkan hubungan Beijing-Washington dan berubah menjadi konfrontasi ideologi dan sistem.

Baca Juga: Pakar militer: China dalam kesiapsiagaan perang sangat tinggi di semua lini

Baca Juga: Cuekin kritikan AS, China balik salahkan AS soal ketegangan di Laut China Selatan

Ini menunjukkan, AS merasa posisi hegemoniknya terancam oleh perkembangan China dan penguatan sosialisme.

"Oleh karena itu, AS berusaha merusak kepercayaan rakyat China terhadap CPC, mencampuri urusan dalam negeri China, seperti urusan Hong Kong dan hubungan lintas-Selat, dan mengabarkan Revolusi Jasmine untuk menghancurkan dan mengacaukan China," ujar Ri.

"Kami menyatakan dukungan penuh dan solidaritas kami kepada rakyat China dan CPC dalam upaya mereka untuk menentang campur tangan dan kesewenang-wenangan AS dan untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayah," kata Ji.



TERBARU

[X]
×