Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Kremlin mengungkapkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menerima permintaan pribadi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghentikan serangan terhadap Kyiv hingga 1 Februari.
Permintaan tersebut disebut bertujuan menciptakan suasana yang kondusif bagi kelanjutan perundingan damai antara Rusia dan Ukraina.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Jumat (30/1/2026) mengonfirmasi adanya permintaan tersebut. Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai tanggapan Rusia atas permintaan Presiden AS itu, Peskov menolak memberikan komentar tambahan.
Permintaan penghentian serangan ini muncul di tengah meningkatnya intensitas konflik serta tekanan internasional untuk mendorong dimulainya kembali dialog diplomatik antara kedua negara yang telah berperang sejak 2022.
Baca Juga: Trump Sebut Kedekatan Inggris Terhadap China Berbahaya, Starmer Kejar Peluang Ekonomi
Ukraina Siap Membalas dengan Langkah Serupa
Di sisi lain, pemerintah Ukraina menyatakan kesiapannya untuk mengambil langkah serupa jika Rusia menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina.
Kyiv menilai serangan terhadap fasilitas energi sangat berdampak pada kehidupan warga sipil, terutama di tengah cuaca musim dingin yang ekstrem.
Ukraina selama beberapa bulan terakhir menghadapi gangguan pasokan listrik dan pemanas akibat serangan berulang terhadap jaringan energi nasional, yang memperburuk kondisi kemanusiaan di sejumlah wilayah.
Perundingan Damai Tiga Pihak di Abu Dhabi
Rencana perundingan damai trilateral antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung di Abu Dhabi pada Minggu mendatang. Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada Jumat menyatakan bahwa tanggal maupun lokasi pertemuan masih berpotensi berubah.
Perundingan ini dipandang sebagai upaya baru untuk membuka jalur diplomasi setelah berbagai inisiatif sebelumnya mengalami kebuntuan. Keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam format trilateral menunjukkan peran aktif Washington dalam mendorong tercapainya deeskalasi konflik.
Baca Juga: Trump Ancam Kanada dengan Tarif Pesawat & Pencabutan Sertifikasi, Ini Penyebabnya
Jika penghentian sementara serangan benar-benar terjadi, hal tersebut dapat menjadi sinyal awal terbentuknya kepercayaan (confidence building measure) yang dibutuhkan untuk memulai pembicaraan substantif mengenai gencatan senjata dan kemungkinan penyelesaian konflik secara politik.
Momentum Diplomasi di Tengah Ketegangan Militer
Permintaan langsung dari Presiden Trump kepada Presiden Putin menunjukkan adanya komunikasi tingkat tinggi yang terus berlangsung di balik layar, meskipun situasi di lapangan masih diwarnai ketegangan militer.
Pengamat menilai, penghentian serangan sementara dapat menjadi momentum penting untuk menguji keseriusan masing-masing pihak dalam menempuh jalur diplomasi, sekaligus memberikan ruang bagi perundingan damai yang lebih terarah.
Perkembangan ini menjadi sorotan internasional karena berpotensi membuka babak baru dalam upaya mengakhiri konflik Rusia–Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun dan berdampak luas terhadap stabilitas geopolitik global serta pasar energi dunia.













