Krisis energi China semakin parah, harga batubara cetak rekor tertinggi baru

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:57 WIB Sumber: Reuters
Krisis energi China semakin parah, harga batubara cetak rekor tertinggi baru

ILUSTRASI. Seorang pria berjalan melewati pembangkit listrik tenaga batubara di Shanghai, China, 14 Oktober 2021. REUTERS/Aly Song


KONTAN.CO.ID - BEIJING. Krisis energi China semakin parah pada Jumat (15/10) karena cuaca dingin melanda sebagian besar negeri tembok raksasa dan pembangkit listrik bergegas untuk menimbun batubara, mengirim harga bahan bakar itu ke rekor tertinggi baru.

Permintaan listrik untuk menghangatkan rumah dan kantor akan melonjak minggu ini lantaran angin dingin yang kuat bergerak turun dari China Utara. Suhu rata-rata di beberapa wilayah China Tengah dan Timur bisa turun 16 derajat Celcius dalam dua tiga hari ke depan.

Kekurangan batubara, harga bahan bakar yang tinggi, dan permintaan industri pasca pandemi COVID-19 yang meningkat pesat telah memicu kelangkaan pasokan listrik yang meluas di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu. 

Penjatahan pasokan listrik telah berlaku di setidaknya 17 dari lebih dari 30 wilayah China sejak September, memaksa beberapa pabrik untuk menangguhkan produksi dan mengganggu rantai pasokan.

Baca Juga: Eropa krisis energi, Putin pastikan Rusia tidak gunakan gas sebagai senjata

Melansir Reuters, batubara termal Zhengzhou untuk kontrak Januari 2021 yang teraktif mencapai rekor tertinggi baru di 1.669,40 yuan atau US$ 259,42 per ton pada Jumat (15/10) pagi. Harga batubara termal melesat lebih dari 200% tahun ini.

Pemerintah China telah mengambil banyak langkah untuk menahan kenaikan harga batubara, termasuk meningkatkan produksi domestik dan memotong pasokan listrik untuk industri yang haus setrum dan beberapa pabrik selama periode permintaan puncak. 

Tetapi, kekurangan suplai listrik akan berlanjut hingga awal tahun depan, dengan analis dan trader memperkirakan penurunan 12% dalam konsumsi listrik industri pada kuartal keempat tahun ini karena pasokan batubara berkurang dan pemerintah daerah memberikan prioritas kepada pengguna perumahan.

Awal pekan ini, China dalam langkah paling berani dalam reformasi sektor tenaga listrik selama beberapa dekade mengatakan, akan memungkinkan harga listrik tenaga batubara berfluktuasi hingga 20 persen dari tingkat dasar mulai 15 Oktober.

Produsen baja, aluminium, semen, dan kimia bakal menghadapi biaya listrik yang lebih tinggi serta fluktuatif di bawah kebijakan baru itu, menekan margin keuntungan. Data pada Kamis (14/10) menunjukkan indeks harga produsen pada September mencapai rekor tertinggi.

Selanjutnya: Puluhan tambang tutup, harga batubara termal China melonjak ke rekor tertinggi baru

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru