kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.937   24,00   0,13%
  • IDX 6.113   76,10   1,26%
  • KOMPAS100 788   11,32   1,46%
  • LQ45 603   7,86   1,32%
  • ISSI 213   2,73   1,30%
  • IDX30 336   4,96   1,50%
  • IDXHIDIV20 429   6,19   1,46%
  • IDX80 90   1,25   1,41%
  • IDXV30 116   1,62   1,41%
  • IDXQ30 109   1,49   1,38%

Malaysia kritik kebijakan Kashmir, asosiasi minyak nabati India menghukum lewat CPO


Selasa, 22 Oktober 2019 / 05:08 WIB
ILUSTRASI. Petani sawit mengangkut hasil kebun mereka di lokasi loading Terima Buah Sawit (TBS) untuk dibawa ke pabrik pengolahan minyak sawit di Desa Semoi III, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Pembangunan Ibu Kot


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Asosiasi perdagangan minyak nabati India meminta para anggotanya untuk berhenti membeli minyak kelapa sawit (CPO) dari Malaysia. Ini sebuah permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang bertujuan membantu New Delhi menghukum Malaysia karena mengkritik India atas kebijakannya terhadap Kashmir.

Arahan Solvent Extractors Association of India (SEAI) tersebut menunjukkan, bagaimana sentimen nasionalis bisa memengaruhi bisnis internasional, dan merupakan pukulan besar bagi Malaysia, produsen dan pengekspor CPO terbesar kedua di dunia setelah Indonesia.

India merupakan tujuan ekspor terbesar ketiga Malaysia pada 2018 lalu untuk minyak sawit dan produk-produk turunannya, dengan nilai 6,84 miliar ringgit (US$ 1,63 miliar). Minyak nabati berkontribusi 2,8% dari produk domestik bruto (PDB) Malaysia tahun lalu dan 4,5% dari total ekspor.

Baca Juga: Mahathir akan coba jalur diplomasi bila India membatasi impor CPO Malaysia

Keputusan SEAI jelas bisa membebani kontrak CPO Malaysia untuk pengiriman Januari, saat perdagangan dibuka kembali pada Selasa (22/10) besok.

"Pemerintah kami menanggapi dengan tidak baik pernyataan dari Perdana Menteri Malaysia dan sedang mempertimbangkan beberapa tindakan pembalasan," kata Presiden SEAI Atul Chaturvedi dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada para anggotanya, Senin (21/10).

"Ini akan menjadi hal yang penting, sebagai industri minyak nabati India yang bertanggungjawab, kami menghindari pembelian minyak kelapa sawit dari Malaysia sampai kejelasan waktu tentang kebijakan ke depan dari Pemerintah India," ujar dia seperti dikutip Reuters.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×