kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.267   296,42   4,25%
  • KOMPAS100 1.005   46,87   4,89%
  • LQ45 733   31,10   4,43%
  • ISSI 260   10,04   4,03%
  • IDX30 399   16,60   4,34%
  • IDXHIDIV20 487   15,16   3,21%
  • IDX80 113   5,17   4,79%
  • IDXV30 134   4,04   3,10%
  • IDXQ30 129   4,44   3,57%

Malaysia kritik kebijakan Kashmir, asosiasi minyak nabati India menghukum lewat CPO


Selasa, 22 Oktober 2019 / 05:08 WIB
ILUSTRASI. Petani sawit mengangkut hasil kebun mereka di lokasi loading Terima Buah Sawit (TBS) untuk dibawa ke pabrik pengolahan minyak sawit di Desa Semoi III, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Pembangunan Ibu Kot


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Chaturvedi menambahkan, pedoman tersebut asosiasi keluarkan untuk kepentingan sendiri serta tanda solidaritas terhadap negara.

Sebelumnya, Reuters melaporkan, India sedang mempertimbangkan untuk membatasi impor beberapa produk dari Malaysia termasuk CPO, setelah Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan bulan lalu, bahwa India telah "menyerbu dan menduduki" Kashmir, wilayah mayoritas Muslim yang disengketakan juga diklaim Pakistan.

Beberapa trader India mengungkapkan, pabrik pengolahan sudah berhenti membeli minyak sawit Malaysia untuk pengiriman  November dan Desember, karena khawatir demham pajak impor yang lebih tinggi atau tindakan lain.

Baca Juga: India bakal batasi impor CPO Malaysia, Mahathir turun tangan

Tapi memang, konsumsi CPO rumahtangga di India turun selama musim dingin karena minyak tropis membeku pada suhu yang lebih rendah.

"Setelah berita Reuters, banyak importir berhenti membeli minyak sawit Malaysia," kata seorang dealer yang berbasis di Mumbai yang meminta anonimitas karena tidak berwenang untuk berbicara dengan media.

"Sekarang, karena asosiasi telah mengeluarkan arahan, hampir semua penyuling akan berhenti membeli. Dalam satu minggu terakhir saja, saya melihat dua pembeli beralih ke Indonesia dari Malaysia," imbuh dia.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×