kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Malaysia kritik kebijakan Kashmir, asosiasi minyak nabati India menghukum lewat CPO


Selasa, 22 Oktober 2019 / 05:08 WIB
Malaysia kritik kebijakan Kashmir, asosiasi minyak nabati India menghukum lewat CPO
ILUSTRASI. Petani sawit mengangkut hasil kebun mereka di lokasi loading Terima Buah Sawit (TBS) untuk dibawa ke pabrik pengolahan minyak sawit di Desa Semoi III, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Pembangunan Ibu Kot

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Asosiasi perdagangan minyak nabati India meminta para anggotanya untuk berhenti membeli minyak kelapa sawit (CPO) dari Malaysia. Ini sebuah permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang bertujuan membantu New Delhi menghukum Malaysia karena mengkritik India atas kebijakannya terhadap Kashmir.

Arahan Solvent Extractors Association of India (SEAI) tersebut menunjukkan, bagaimana sentimen nasionalis bisa memengaruhi bisnis internasional, dan merupakan pukulan besar bagi Malaysia, produsen dan pengekspor CPO terbesar kedua di dunia setelah Indonesia.

India merupakan tujuan ekspor terbesar ketiga Malaysia pada 2018 lalu untuk minyak sawit dan produk-produk turunannya, dengan nilai 6,84 miliar ringgit (US$ 1,63 miliar). Minyak nabati berkontribusi 2,8% dari produk domestik bruto (PDB) Malaysia tahun lalu dan 4,5% dari total ekspor.

Baca Juga: Mahathir akan coba jalur diplomasi bila India membatasi impor CPO Malaysia

Keputusan SEAI jelas bisa membebani kontrak CPO Malaysia untuk pengiriman Januari, saat perdagangan dibuka kembali pada Selasa (22/10) besok.

"Pemerintah kami menanggapi dengan tidak baik pernyataan dari Perdana Menteri Malaysia dan sedang mempertimbangkan beberapa tindakan pembalasan," kata Presiden SEAI Atul Chaturvedi dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada para anggotanya, Senin (21/10).

"Ini akan menjadi hal yang penting, sebagai industri minyak nabati India yang bertanggungjawab, kami menghindari pembelian minyak kelapa sawit dari Malaysia sampai kejelasan waktu tentang kebijakan ke depan dari Pemerintah India," ujar dia seperti dikutip Reuters.

Chaturvedi menambahkan, pedoman tersebut asosiasi keluarkan untuk kepentingan sendiri serta tanda solidaritas terhadap negara.

Sebelumnya, Reuters melaporkan, India sedang mempertimbangkan untuk membatasi impor beberapa produk dari Malaysia termasuk CPO, setelah Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan bulan lalu, bahwa India telah "menyerbu dan menduduki" Kashmir, wilayah mayoritas Muslim yang disengketakan juga diklaim Pakistan.

Beberapa trader India mengungkapkan, pabrik pengolahan sudah berhenti membeli minyak sawit Malaysia untuk pengiriman  November dan Desember, karena khawatir demham pajak impor yang lebih tinggi atau tindakan lain.

Baca Juga: India bakal batasi impor CPO Malaysia, Mahathir turun tangan

Tapi memang, konsumsi CPO rumahtangga di India turun selama musim dingin karena minyak tropis membeku pada suhu yang lebih rendah.

"Setelah berita Reuters, banyak importir berhenti membeli minyak sawit Malaysia," kata seorang dealer yang berbasis di Mumbai yang meminta anonimitas karena tidak berwenang untuk berbicara dengan media.

"Sekarang, karena asosiasi telah mengeluarkan arahan, hampir semua penyuling akan berhenti membeli. Dalam satu minggu terakhir saja, saya melihat dua pembeli beralih ke Indonesia dari Malaysia," imbuh dia.


Tag


TERBARU

×