kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Laba Bersih UOB Turun 4% pada Kuartal I-2026, Tertekan Suku Bunga dan Sentimen Pasar


Kamis, 07 Mei 2026 / 08:12 WIB
Laba Bersih UOB Turun 4% pada Kuartal I-2026, Tertekan Suku Bunga dan Sentimen Pasar
ILUSTRASI. UOB Infinity (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. United Overseas Bank (UOB) mencatat penurunan laba bersih sebesar 4% secara tahunan pada kuartal I-2026 di tengah lingkungan bisnis yang lebih menantang akibat ketidakpastian global dan tekanan suku bunga.

Melansir Reuters Kamis (7/5/2026), Bank terbesar ketiga di Asia Tenggara berdasarkan aset tersebut membukukan laba bersih sebesar 1,44 miliar dolar Singapura atau sekitar US$1,14 miliar pada periode Januari–Maret 2026, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,49 miliar dolar Singapura.

Baca Juga: Harga Minyak Bisa Tetap Panas meski Konflik AS-Iran Berakhir, Ini Penyebabnya

Meski demikian, capaian tersebut masih lebih baik dibandingkan ekspektasi analis yang disurvei LSEG, yakni sekitar 1,38 miliar dolar Singapura.

Penurunan kinerja terjadi di seluruh segmen pendapatan bank. Pendapatan bunga bersih turun 4% secara tahunan akibat lebih rendahnya suku bunga acuan.

Sementara itu, pendapatan berbasis biaya (fee income) melemah 8% dibandingkan rekor tinggi tahun lalu.

UOB menyebut penurunan pendapatan biaya dipengaruhi melemahnya aktivitas investment banking dan pembiayaan kredit di tengah sentimen pasar yang lebih berhati-hati dan cenderung menghindari risiko (risk-off).

Selain itu, pendapatan non-bunga lainnya juga turun 17% secara tahunan akibat melemahnya pendapatan perdagangan dan investasi.

Baca Juga: Pasca Libur Panjang, Indeks Nikkei Meroket ke Rekor Tertinggi

CEO UOB Wee Ee Cheong mengatakan, ketidakpastian global masih tinggi, namun aktivitas bisnis tetap bertahan di sejumlah segmen utama.

“Momentum pertumbuhan masih terlihat pada dana murah (CASA), wealth management, kartu kredit, dan penyaluran kredit,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Margin bunga bersih (net interest margin/NIM), yang menjadi indikator utama profitabilitas bank, turun menjadi 1,82% pada kuartal pertama 2026 dari 2,00% pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management) masih mencatat pertumbuhan positif.

Pendapatan dari segmen tersebut naik 6% secara tahunan, sementara aset kelolaan (assets under management/AUM) meningkat 5% menjadi 198 miliar dolar Singapura.

Baca Juga: Trump Klaim Perang Iran Akan Segera Berakhir!

Kinerja UOB diumumkan setelah rivalnya, DBS Group, pekan lalu melaporkan laba kuartal pertama yang melampaui ekspektasi analis berkat pertumbuhan bisnis wealth management.

Secara global, Standard Chartered juga mencatat kenaikan laba 17%, sedangkan HSBC melaporkan kerugian tak terduga sebesar US$400 juta akibat kolapsnya perusahaan pembiayaan hipotek asal Inggris, Market Financial Solutions.




TERBARU

[X]
×