kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Laba Coca-Cola Australia Naik 10% di Semester Pertama 2009


Kamis, 13 Agustus 2009 / 18:15 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Dikky Setiawan

MELBOURNE. Dalam rapor semester pertama 2009 ini, Coca-Cola Amatil Ltd. melaporkan peningkatan laba 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan laba produsen minuman bersoda terbesar dari Australia ini didorong oleh permintaan minuman yang membeludak pada musim panas yang makin panas ini.

Dalam rilisnya, manajemen mengatakan laba bersih Coca-Cola dalam semester pertama 2009, naik menjadi A$ 189,8 juta (US$ 158 juta) dari A$ 171,9 juta. Perolehan laba ini sama dengan median dari perkiraan empat analis yang disurvei oleh Bloomberg.

Rekor temperatur cuaca panas yang terjadi di Australia Selatan dan adanya subsidi dari pemerintah sebesar A$ 12 miliar, mengangkat penjualan Coca Cola dan Glaceau, perusahaan minuman bervitamin, sejak Desember lalu. Amatil juga mendapatkan keuntungan dari pengurangan diskon yang dilakukan Schweppes, perusahaan yang membotolkan Pepsi, pesaing dekat Coca Cola.

"Investasi yang signifikan telah membuat kami mampu memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan untuk terus meningkatkan bisnis kami," kata Terry Davis, Chief Executive Officer Coca-Cola Amatil Ltd dalam rilisnya.

Davis memperkirakan harga saham Coca Cola di semester kedua tahun ini akan mencapai rekor tertinggi di atas A$1. Kemarin, saham Coca-Cola Amatil ditutup di harga A$9.25, meningkat sebesar 0,7% di sepanjang tahun ini. Tidak terlalu spektakuler, karena pada periode yang sama S&P/ASX 200 Index meningkat 17%.

Laba sebelum bunga dan pajak Coca-Cola Amatil di Australia, di mana dua per tiga penjualannya berasal, meningkat 10% untuk menjadi A$ 248,8 juta.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×